Protes SUTET, Peserta Jahit Mulut Asal Semarang Diarak

Protes SUTET, Peserta Jahit Mulut Asal Semarang Diarak

- detikNews
Senin, 20 Mar 2006 16:57 WIB
Semarang - Kegigihan warga korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) patut diacungi jempol. Sugeng (24), warga Bugen Sari, Langen Sari, Kec. Babad, Kab. Semarang, yang ikut berunjuk rasa di Jakarta dengan menjahit mulutnya, diarak untuk memrotes proyek SUTET di daerah tersebut.Dengan memakai gerobak kecil, Sugeng diarak menuju DPRD Kab Semarang, Jl. Diponegoro, Ungaran, Senin (20/3/2006). Sekitar 30 orang ikut serta dalam aksi simpatik itu. Sepanjang perjalanan, mereka meneriakkan kecaman terhadap pembangunan SUTET.Setiba di Kantor DPRD, beberapa warga berorasi. Para pendemo yang mengklaim berasal dari Ikatan Keluarga Korban Sutet Jateng ini menyatakan, pembangunan SUTET di daerahnya menyalahi aturan. Karena itu, mereka minta PT PLN memberi ganti rugi kepada warga."Permen ESDM No 01.P/47/MPE/1992 tidak sesuai dengan UU No 15 Tahun 1985 tentang Batas Tinggi Minimum Sutet. Masak Permen bisa lebih tinggi daripada UU," kata salah satu pendemo, Suwarto.Setelah melampiaskan kekesalannya di DPRD, para pengarak Sugeng melanjutkan perjalan ke gardu PLN yang berada di Jl. Sudirman. Di sana, mereka meneriakkan soal ganti rugi tanah yang dinilai terlalu rendah.Selain itu, warga juga meminta PLN memberi pemukiman baru yang layak. Hal ini dirasakan sangat mendesak mengingat warga yang masih tinggal di sekitar area SUTET hingga kini selalu was-was dengan kondisi kesehatannya.Aksi long march yang cukup melelahkan itu sempat memacetkan arus lalu lintas di jalan-jalan utama di Ungaran. Sejumlah polisi yang tak ingin ada kemacetan total, turun mengatur situasi dan mengiringi para pendemo.Selain Sugeng, dua peserta aksi jahit mulut yang sempat menarik perhatian publik di Jakarta itu juga sudah kembali. Mereka adalah Kusyanto dan Bibit. Mereka tak ikut diarak, namun berada di desanya untuk pemulihan kesehatan. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads