Kadinkes Jateng: BOR di Pekalongan-Demak 100%!

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 16:30 WIB
Sejumlah pasien menjalani perawatan di lorong IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (23/6/2021). Akibat ruang isolasi COVID-19 di RSUD dr Soekardjo penuh dengan Bed Occupancy Rate (BOR) melebihi 100 persen, mereka terpaksa mengantre, bahkan belasan di antaranya terpaksa menunggu di lorong IGD lantaran masuk dalam daftar tunggu untuk dipindahkan ke ruang isolasi. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/
Foto: Ilustrasi bed occupancy rate (BOR). (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaporkan peningkatan bed occupancy rate (BOR) di beberapa kota hingga mencapai 100 persen. Demak dan Pekalongan menjadi dua kota tertinggi penyumbang keterpakaian ruang ICU dan tempat isolasi untuk pasien virus Corona.

"Sebaran keterpakaian tempat tidur isolasi sedemikian, Demak, Pekalongan, Rembang. Hampir ada dua kabupaten kota dengan 100 persen keterpakaian tempat ICU. Isolasi demikian juga ada Pekalongan, Batang. Ini yang sudah 100 persen pemakaian tempat tidur," kata Kadinkes Jateng Rahmah Nur Hayati dalam siaran langsung di kanal YouTube Pusdalops BNPB, Minggu (27/6/2021).

Rahmah menerangkan keterisian tempat tidur ICU di Jawa Tengah saat ini angkanya meningkat menjadi 78,6 persen. Sedangkan untuk keterisian tempat isolasinya sudah mendekati 90 persen.

"Keterpakaian tempat tidur isolasi ICU ini sampai kondisi saat ini tercatat 78,6 persen, dan dilihat dari hari per harinya ini memang terjadi peningkatan keterpakaian tempat tidur ICU. Demikian juga dengan keterpakaian tempat tidur isolasi dengan kondisi saat ini 88,8 persen dan dari awal beberapa minggu terakhir terjadi peningkatan tajam untuk keterpakaian tempat tidur isolasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rahman mengatakan peningkatan kasus baru virus Corona di Jateng terjadi pasca Lebaran. Pada minggu ke 24, Rahman menyebut angka positivity rate di Jateng mencapai 38,14 persen.

"Di minggu 24, positivity rate 38,14% dari sebaran sebaran kasus posisi saat ini," ucapnya.

Sebaran kasus tertinggi di Jawa Tengah terjadi di Kudus dengan jumlah kasus 165, kemudian diikuti Kendal, Sragen, Kebumen dan Kota Pekalongan. Kudus juga berada di posisi tertinggi kasus aktif di 35 kabupaten kota.

"Sebaran kasus baru terbanyak ada di Kudus 165, kemudian Kendal, Sragen, Kebumen, Kota Pekalongan. Kemudian posisi saat ini kasus aktif tertinggi dari 35 kabupaten/kota terdapat di Kabupaten Kudus, Kendal, Kota Semarang dan Kebumen, yang terjadi kondisi aktif sebaran kasus baru maupun kasus aktif di Kabupaten Jawa Tengah," ungkapnya.

(whn/zak)