Round-Up

Tanda Tanya Posisi Jubir Jokowi Kala Fadjroel Jadi Calon Dubes RI

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 07:40 WIB
Jubir Presiden Fadjroel Rachman
Fadjroel Rachman (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Daftar 33 calon duta besar Republik Indonesia (RI) tercantum nama Fadjroel Rachman. Jabatan yang kini masih dijabat oleh Fadjroel adalah juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi). Masih ada tanda tanya soal posisi jubir presiden jika Fadjroel menjabat sebagai duta besar RI.

33 nama calon dubes RI yang beredar sudah dibenarkan oleh pimpinan Komisi I DPR RI. Ke-33 nama tersebut kabarnya bakal jalani uji kelayakan di Komisi I pada Juli 2021.

"Insyaallah Komisi I akan melakukan fit and proper test minggu kedua bulan Juli," kata Ketua Komisi I, Meutya Hafid, kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Dari nama-nama tersebut, ada sejumlah nama lain seperti Ketua Kadin Rosan Roeslani yang bakal jadi calon Dubes RI untuk Amerika Serikat (AS) dan nama Zuhairi Misrawi calon Dubes RI untuk Tunisia. Sementara nama Fadjroel Rachman tertulis bakal menjadi calon Dubes RI untuk Kazakhstan.

Fadjroel Rachman mengaku tak masalah ditempatkan di mana saja oleh Presiden Jokowi. Fadjroel mengatakan tugas negara yang diberikan Presiden Jokowi merupakan tugas mulia.

"Apa pun tugas negara yang diarahkan Presiden Joko Widodo kepada saya adalah anugerah tak ternilai," kata Fadjroel lewat pesan singkat, Jumat (25/6/2021).

Lalu, menyisakan tanda tanya, bagaimana dengan posisi jubir presiden yang bakal ditinggalkan Fadjroel? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut kemungkinan tidak ada lagi jabatan jubir Presiden Jokowi setelah Fadjroel Rachman menjabat dubes RI.

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar NgabalinTenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin (Andhika Prasetia/detikcom)

"Mungkin tidak (ada jubir presiden lagi), karena nanti pasti apa Bapak Presiden menunjuk lagi staf khusus bidang komunikasi atau tidak, tapi saya kira insyaallah berjalan seperti biasa saja," kata Ngabalin saat dihubungi, Sabtu (26/6/2021).

Ngabalin menceritakan selama setahun lebih ini Presiden Jokowi kerap menyampaikan pernyataannya secara langsung. Oleh sebab itu, jabatan jubir presiden kemungkinan besar tidak ada lagi setelah Fadjroel Rachman menjadi dubes.

"Iya (mungkin tidak ada), karena tugas jubir itu kan kalau nggak salah sebetulnya hampir setahun atau setahun lebih ini, itu kan langsung diambil oleh Bapak Presiden," imbuhnya.

Menurut Ngabalin, bahwa selama ini Presiden Jokowi memberikan pernyataan dan penjelasan secara langsung. Mensesneg, Mensekab, KSP, hingga staf khusus bidang komunikasi kemudian menguatkan pernyataan Presiden Jokowi jika ada pertanyaan publik.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Jokowi Tantang Target Vaksinasi, Polda-Kodam: Sanggup!':

[Gambas:Video 20detik]