Kisah Pukulan Hook Huswatun Hasanah Harumkan Indonesia

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 06:43 WIB
Jakarta -

Huswatun Hasanah (23), mencetak sejarah bagi tinju wanita Indonesia dengan meraih medali perak di kejuaraan Tinju Asia. Namun perjalanan karir Huswatun Hasanah ternyata pernah tertinju penolakan dari orang tuanya.

Di Indonesia, bertinju bukanlah olahraga yang umum ditekuni seorang perempuan. Plus, resiko cedera fisik yang besar karena Huswatun Hasanah harus bertukar pukulan dengan lawannya.

"Pertama orang tua pasti khawatir. Dia takut anaknya kenapa-kenapa. Kena pukul lah, patah lah. Tapi sebenarnya tinju itu tidak separah itu," ujar Huswatun dalam program Sosok di detikcom.

Butuh waktu satu tahun bagi Huswatun untuk meyakinkan orang tuanya perihal olahraga yang diminatinya ini. Setelah membuktikan diri dengan memenangi berbagai kejuaraan, akhirnya Huswatun mendapat restu orang tuanya berlaga di atas ring.

Alasan Huswatun memilih olahraga yang terbilang ekstrim ini dikarenakan olahraga tinju ini menantang baginya. Huswatun tidak mau ambil pusing dengan anggapan orang kalau bertinju adalah olahraga laki-laki.

"Kenapa memilih tinju, karena mungkin tinju itu olahraga yang menantang bagi saya. Dan jarang perempuan mengikuti olahraga tinju," ujarnya.

Hasilnya tidak tanggung-tanggung, prestasi yang sudah diraih oleh Huswatun membawa harum nama Indonesia. Ia berhasil mendapatkan medali perunggu di Asian Games 2018 dan medali perak di Kejuaraan Asia ASBC di Dubai beberapa waktu lalu.

Berkat olahraga tinju yang ditekuni, kini Huswatun berhasil mendapatkan pekerjaan tetap sebagai anggota TNI. Huswatun mengungkapkan di dalam keluarganya hanya dirinya lah satu-satunya yang atlet sekaligus anggota TNI.

Dari prestasi dan pencapaiannya ini Huswatun bisa membeli rumah dan membantu perekonomian keluarganya di NTB. Dia berharap suatu hari nanti bisa membuat bendera Indonesia berkibar di Olimpiade lewat cabang olahraga tinju.

"Cita-cita terbesar saya, bisa masuk olympic lah. InsyaAllah. Bisa masuk olympic, dan bisa bawa medali untuk Indonesia," ujar Huswatun.

(fuf/gah)