Akhir Pekan Kali Ini, Pengguna KRL Turun 15%

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 26 Jun 2021 13:40 WIB
KRL melintas di kawasan Rawajati, Jakarta, Jumat (14/12/2018). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan
Ilustrasi KRL (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta -

Jumlah pengguna KRL pada akhir pekan ini mengalami penurunan dibandingkan dengan akhir pekan lalu. Penurunan angka pengguna KRL mencapai 15 persen.

"Akhir minggu ini jumlah pengguna KRL terus menurun. Tercatat pengguna KRL yang menggunakan KRL pada Sabtu (26/6) ini hingga pukul 09.00 WIB sebanyak 68.952 orang. Angka tersebut turun 15 persen dibanding Sabtu pekan lalu pada waktu yang sama, yaitu sejumlah 80.706 orang," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/6/2021).

KAI Commuter berharap masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan tidak bepergian di tengah lonjakan kasus COVID-19. Dia ingin hanya masyarakat yang memiliki keperluan mendesak yang menggunakan KRL.

"Meski pengguna KRL terus mengalami penurunan, pada masa pandemi ini KAI Commuter tetap konsisten melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Sebagai penyedia transportasi publik, KAI Commuter terus berupaya menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman, dan nyaman bagi para pengguna dan petugas KAI Commuter sendiri. Penerapan protokol kesehatan secara ketat juga terus secara konsisten dilakukan KAI Commuter kepada para penggunanya," kata dia.

"Tes acak antigen yang dilakukan KAI Commuter di enam stasiun mulai Senin lalu juga masih tetap kami lakukan," sambungnya.

Anne menyampaikan puluhan orang penumpang telah dites swab massal pagi tadi. Hasilnya, tiga orang di antaranya dinyatakan positif dan tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan.

"Hingga pukul 09.00 WIB, sudah dilakukan tes acak antigen kepada 68 orang calon pengguna KRL di empat stasiun, yaitu Bogor, Cikarang, Bekasi, dan Tangerang, dengan hasil tiga orang di antaranya reaktif. Ketiga calon pengguna tersebut dilarang naik KRL dan selanjutnya datanya diserahkan kepada puskesmas setempat untuk dilanjutkan tindakan selanjutnya," tuturnya.

Selanjutnya, jangan dulu bawa anak-anak ke KRL: