Saran IDI agar RS Tak Penuh Pasien Corona: Hotel-GOR Jadi Shelter

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 26 Jun 2021 13:18 WIB
Ketua Umum IDI Daeng M Faqih
Daeng M Faqih (Zaky 20detik)
Jakarta -

Sejumlah rumah sakit (RS) penuh menangani pasien imbas lonjakan kasus COVID-19. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan pemerintah mendirikan penampungan atau shelter seperti GOR hingga hotel untuk pasien Corona gejala ringan.

"Dulu waktu lonjakan-lonjakan, ada strategi yang sekarang perlu dilakukan. Apa itu? Pemerintah mendirikan shelter-shelter. Hotel jadi shelter, GOR jadi shelter, gedung kosong jadi shelter. Untuk menampung masyarakat yang sifatnya OTG dan sangat ringan," kata Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih dalam diskusi virtual yang disiarkan oleh Smart FM, Sabtu (26/6/2021).

Daeng mengatakan pasien COVID-19 mayoritas hanya bergejala ringan hingga OTG justru membuat rumah sakit penuh. Dia mendorong pemerintah segera membuka shelter-shelter itu untuk diisi pasien COVID-19 OTG serta bergejala ringan.

"Karena ini mayoritas. Kasus gini yang bikin penuh rumah sakit. Ini harus didorong. Hotel dibuka, GOR, gedung, supaya tidak penuhi rumah sakit," tuturnya.

Sementara itu, Daeng menyayangkan upaya pemerintah yang berfokus pada strategi hilir ketimbang hulu dalam penanganan virus Corona. Menurutnya, strategi hulu lebih hemat biaya dan tidak melelahkan.

"Catatan saya terakhir, kalau andalkan di hilir dengan selalu tambah kapasitas, itu biaya dan capeknya luar biasa. Sehingga yang paling penting, murah, dan paling efektif itu strategi hulu," imbuhnya.

Diketahui, sempat viral sebuah video yang menampilkan banyaknya pasien RSUD Bekasi dirawat di luar ruang perawatan. Mereka terbaring di parkiran hingga mobil bak terbuka. Hal tersebut terjadi karena kasus COVID-19 di Jabodetabek meningkat.

Indonesia mencatatkan 18.872 kasus terkonfirmasi positif Corona kemarin. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan pada Kamis (24/6), yang mencatatkan 20.574 kasus.

(rfs/rfs)