TNI Siap Back Up Polri di Papua
Senin, 20 Mar 2006 15:30 WIB
Jakarta - Insiden Abepura yang menewaskan 4 aparat tidak membuat TNI berpangku tangan. TNI sudah siaga I, siap mem-back up Polri.Hal itu disampaikan Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto usai rapat kebinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (20/3/2006)."TNI hanya sebatas back up, ke mana penyelidikan itu terserah pada Polri. TNI sudah siaga I, tapi berada di markas masing-masing, tinggal menunggu permintaan Polri," kata Djoko.Meski insiden Aberupa membuat masyarakat terhenyak, Djoko mengakui, sejauh ini belum ada permintaan dari Pemda atau Polri untuk mengamankan perusahaan-perusahaan asing.Di tempat yang sama Kapolri Jenderal Pol Sutanto menegaskan, pihaknya akan meminta bantuan TNI untuk mengatasi kasus ini mengingat terbatasnya tenaga Polri. Di Timika, tempat pertambangan PT Freeport Indonesia, polisi telah menambah pengamanan sebanyak 2 kompi."Tapi situasi sudah tenang, penyidikan masih berlangsung. Sudah 14 orang yang ditangkap. Mereka adalah penggerak," kata Sutanto.Mengenai kemungkinan keterlibatan LSM seperti yang ditudingkan Badan Intelijen Nasional (BIN), Sutanto mengatakan, itu masih dalam penyelidikan. Meski sudah terbaca, pihaknya harus tetap memproses secara hukum. Polri kini tengah mengumpulkan bukti-bukti.Soal rekayasa, Sutanto enggan mengungkapkan secara gamblang. Dia hanya mengatakan, jika dilihat dari kejadian di Timika, Papua dan Jakarta sudah pasti memang ada link-link-nya.
(umi/)











































