'Dosa' Pemerintah, Freeport, Newmont, Exxon pada Masyarakat
Senin, 20 Mar 2006 15:26 WIB
Jakarta - Kehadiran dan keberadaan Freeport, Newmont, dan ExxonMobil bikin masyarakat setempat meradang. Parahnya lagi, pemerintah malah berpihak pada ketiga perusahaan asal AS itu.Koordinator Kontras Usman Hamid menengarai memanasnya situasi di 3 lokasi beroperasinya Freeport, Newmont, dan ExxonMobil merupakan kulminasi dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.Persoalan itu dipicu oleh pengrusakan lingkungan, sehingga menimbulkan protes yang mengarah pada pelanggaran HAM, karena seringkali diselesaikan dengan kekerasan."Protes-protes mereka itu seringkali berhadapan dengan intimidasi, teror dan tindakan kekerasan terhadap warga. Dan aparat keamanan malah berpihak pada perusahaan, bukan pada masyarakat," geram Usman saat ditemui di kantornya, Jl Borobudur, Jakarta, Senin (20/3/2006).Persoalan semakin bertambah dengan tidak adanya sumbangan signifikan perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat."Freeport, Newmont, dan ExxonMobil dirasakan masyarakat belum mendatangkan manfaat, belum mendatangkan kesejahteraan yang dulu mereka bayangkan di awal munculnya perusahaan-perusahaan tersebut," cetus Usman.Dalam penyelesaian konflik antara ketiga perusahaan itu dengan masyarakat, dia menyarankan agar pemerintah perlu membuka dialog dengan masyarakat."Soal ditutup atau tidak, mari dibicarakan lebih jauh. Apakah applicable dari segi politik, hukum, ekonomi dan keamanan," usulnya.Tapi sayang, sejauh ini Usman belum melihat adanya niat pemerintah untuk membuka dialog dengan masyarakat.Freeport merupakan perusahaan tambang emas dan tembaga asal AS yang beroperasi di dua tempat di Papua, yakni tambang Erstberg (sejak 1967) dan tambang Grasberg (sejak 1988), di kawasan Tembagapura dan Kabupaten Mimika.Kasus terakhir yang mencuat adalah insiden berdarah di Abepura, Papua, yang menewaskan 3 personel Brimob dan 1 personel TNI AU dalam bentrokan antara aparat dengan demonstran anti-Freeport.Newmont juga merupakan perusahaan tambang emas dan tembaga asal AS yang beroperasi di Minahasa, Sulawesi Utara (sejak 1996) dan Sumbawa, NTB (sejak 2000).Kasus yang paling mencuat adalah pembuangan tailing (limbah beracun) oleh Newmont ke Teluk Buyat, Minahasa yang tidak sesuai prosedur. Ikan yang tercemar mati dan dikonsumsi warga setempat sehingga muncul benjolan aneh di tubuh.ExxonMobil merupakan perusahaan raksasa penghasil dan pengecer minyak yang bermarkas di Texas, AS. Perusahaan ini beroperasi di Aceh Utara, NAD sejak 1971. Sejumlah kasus pelanggaran HAM senantiasa mengemuka.Isu terkini, ExxonMobil mengalahkan Pertamina sehingga menjadi lead operator pengelolaan minyak dan gas Blok Cepu yang berada di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Penunjukannya dinilai penuh rekayasa dan manipulasi.
(sss/)











































