Cek TPA Randegan, Walkot Mojokerto Matangkan Kerja Sama Proyek Manta

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 22:02 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melakukan pengecekan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan di Lingkungan Randegan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto hari ini.

Adapun pengecekan lokasi ini bertujuan untuk menindak lanjuti kerja sama Proyek Manta dengan Perusahaan Recycling Technologies (RT) asal Swindon, Inggris.

Terkait hal ini, Ika mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat virtual dengan Tim RT tentang program daur ulang sampah plastik yang akan dibangun di TPA Randegan. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penandatangan MoU soal kelanjutan proyek.

"Besok kita akan melakukan pertemuan kembali dengan tim konsultan untuk fase pengembangan proyek. Langkah selanjutnya, kita akan menandatangani MoU dengan RT terkait proses konstruksi dan eksekusi proyeknya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini pun menjelaskan Pemerintah Kota Surabaya selama ini telah memiliki teknologi untuk mengolah sampah anorganik untuk kategori tidak bernilai ekonomi. Adapun hal ini dimungkinkan karena Surabaya memiliki produksi sampah lebih besar daripada Kota Mojokerto.

"Nah saat ini kita berupaya untuk memiliki teknologi serupa di Kota Mojokerto dengan bekerja sama dengan RT Ltd. Jika terealisasi, kita akan menjadi daerah kedua di Jawa Timur yang memiliki mesin pengolah sampah jenis ini," ungkapnya.

Ia menyebut keberadaan sampah anorganik yang tidak bernilai ekonomis selama ini dianggap meresahkan. Hal ini mengingat jenis sampah ini sukar diolah dan terus menumpuk di TPA Randegan.

"Sampah anorganik yang bernilai ekonomi kan sudah dipilah oleh Bank Sampah, jadi tak perlu dikhawatirkan lagi. Tapi yang tidak bernilai ini yang memusingkan kita," katanya.

Menurutnya, jika dibiarkan, sampah akan mengganggu ekosistem lingkungan karena tak dapat diurai oleh tanah. Oleh karena itu, ia berharap mesin teknologi tinggi yang ditawarkan oleh RT Ltd mampu mengurangi jumlah sampah anorganik yang tidak bernilai ekonomis.

"Nantinya, sampah anorganik yang sudah tertimbun di tanah TPA itu akan di proses di mesin bernama RT 7000. Dan nanti keluarnya dalam bentuk minyak bumi atau Plaxxx yang dapat digunakan oleh perusahaan petrokimia untuk membuat plastik lagi, sehingga dapat menjadi solusi ekonomi sirkular," tambahnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, kerja sama dengan RT Manta Project ini sangat menguntungkan bagi Pemkot Mojokerto. Pasalnya, ke depan pihaknya tidak perlu menyediakan lahan baru untuk sanitary landfill.

"Nambah lahanTPA itu tidak mudah, ini saja kita juga sedang proses tukar guling lahanTPA seluas 3,5 hektare. Dan itu pun sudah mentok tidak bisa diperluas lagi. Kalau melalui kerjasama ini justru yang menjadi potensi persoalan ini bisa kita hilangkan, ini tentu sangat menguntungkan," katanya.

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Bappeda Litbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono mengatakan studi kelayakan proyek manta ini sudah dilakukan sejak tahun 2020.

"Saat ini kita memasuki fase kedua yakni fase pengembangan proyek, jika tidak ada kendala, tahun 2022 konstruksi proyek sudah bisa dikerjakan dan tahun 2023 direncanakan sudah commissioning dan beroperasi," paparnya.

Agung menjelaskan ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh Pemkot dari kerja sama dengan RT Manta project. Salah satunya, yakni plastik yang ditargetkan mewakili 10 persen dari total massa sampah akan masuk ke TPA Randegan.

Agung pun berharap ke depan proyek ini dapat menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi warga Kota Mojokerto.

"Dengan sampah plastik yang habis kita recycling maka kita tidak perlu memikirkan untuk perluasan TPA di masa depan, dalam waktu singkat," pungkasnya.

Sebagai informasi, Ning Ita turut didampingi Kepala Bappeda Litbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono dan Kepala DLH Kota Mojokerto, Bambang Mujiono. Dalam kunjungannya, dirinya juga turut menaiki truk pengangkut sampah untuk melihat secara langsung kondisi lahan TPA yang bakal di dibangun oleh RT Manta Project.

(ega/ega)