Kasus COVID-19 Meledak, Wakil Ketua MPR: Butuh Langkah Luar Biasa

Khoirul Anam - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 21:38 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengungkapkan bahwa lockdown berbasis wilayah perlu diberlakukan dalam mengantisipasi ledakan kasus positif COVID-19. Dengan pengelolaan yang sungguh-sungguh dari semua pihak, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu yakin, kebijakan lockdown berbasis wilayah bisa membuahkan hasil yang diharapkan.

"Para pemangku kepentingan tidak bisa lagi menghadapi kondisi ledakan kasus positif COVID-19 ini secara business as usual. Saat ini yang dibutuhkan adalah langkah luar biasa untuk menghadirkan solusi," kata politisi yang akrab disapa Rerie itu dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Para pemangku kepentingan, menurut Rerie, harus menghadapi kondisi tersebut dengan kebijakan yang tegas, rinci, dan langkah yang luar biasa.

Selain itu, Rerie menegaskan, berbagai langkah yang luar biasa dalam penanganan kasus positif COVID-19 juga bisa dilakukan untuk mengatasi sejumlah hambatan yang terjadi di lapangan. Menurut dia, opsi menggunakan kendaraan selain ambulans, untuk mengatasi kekurangan pengangkut jenazah pasien COVID-19, bisa dibuka untuk mencegah terlantarnya jenazah pasien COVID-19 di rumah sakit.

Adapun keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dalam penanganan pasien COVID-19, menurut Rerie, juga harus dicarikan solusi segera. Dia menambahkan, terbatasnya jumlah tenaga kesehatan akan menciptakan kelelahan yang berpotensi menurunkan imunitas para tenaga kesehatan saat menangani pasien COVID-19.

Dengan kondisi tersebut, ancaman terpapar COVID-19, hingga kematian, sangat besar bagi tenaga kesehatan. Diketahui, data yang dihimpun tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat, per Rabu (27/1) sebanyak 647 tenaga kesehatan meninggal akibat COVID-19.

Dari sisi masyarakat, tegas Rerie, juga harus dihadapi dengan upaya yang luar biasa dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan.

Selain itu, lanjut dia, kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan yang diterapkan pemerintah harus terus ditingkatkan. Sebab, tanpa upaya bersama semua pihak, ledakan kasus positif COVID-19 yang terjadi di sejumlah daerah bisa menjadi awal dari ancaman baru.

(ega/ega)