Data Dianulir, Ratusan CPNS 'Labrak' Pemprov Jateng
Senin, 20 Mar 2006 14:59 WIB
Semarang - Ketidakeberesan penerimaan CPNS di Jateng mulai menimbulkan gejolak. Ratusan orang yang batal diterima jadi PNS memrotes Pemprov Jateng.Ratusan CPNS yang berasal dari Pati, Demak, Grobogan, Semarang, Wonogiri, Purworejo, dan Purbalingga itu mengadu ke Komisi A DPRD Jateng, Jl. Pahlawan, Semarang, Senin (20/3/2006). Mereka menilai ada kejanggalan dalam proses penerimaan CPNS."Masak pada tanggal 17 Maret kami dinyatakan diterima. Eh, esoknya muncul data baru yang menyatakan kami tidak diterima," kata salah satu CPNS Hari Prabowo (59).Guru SMP 4 Purworejo itu menyebutkan, sebanyak 59 CPNS di daerahnya mengalami hal serupa. Pada tanggal 17 Maret, mereka dinyatakan diterima, tapi esoknya data berubah. Hari meminta Pemprov bertanggung jawab atas perubahan data itu.Setelah puas mengadu ke DPRD, mereka melanjutkan aksinya ke Kantor Gubernur yang berada di sebelah Kantor DPRD. Sebelum ditemui Ketua BKD Widadi dan Kepala Bawasda Anwar Cholil, para CPNS itu sempat berada otot dengan beberapa persone Satpol PP.Widadi mengakui ada kesalahan entry data dalam proses penerimaan CPNS beberapa hari lalu. Hal yang sama juga terjadi di Demak dan Pati. Akibatnya, 71 orang di Demak dan 86 orang di Pati batal jadi PNS.Widadi menjanjikan seluruh CPNS yang dianulir akan diprioritaskan dalam seleksi penerimaan CPNS tahun depan. "Pada prinsipnya kami menerima koreksi dari siapa saja. Bagi yang dianulir akan jadi waiting list untuk tahun depan," katanya.Sementara Anwar Cholil menambahkan, jika CPNS yang dianulir dipaksakan masuk dalam daftar yang diterima, maka BKN (Badan Kepegawaian Nasional) sudah pasti menolaknya. Karena itu, solusi terbaik adalah menempatkan mereka dalam waiting list untuk tahun depan.Tak puas dengan jawaban tersebut, para CPNS yang datang secara bergelombang itu minta bertemu Gubernur Jateng Mardiyanto. Namun ternyata tanggapan orang nomor satu di Jateng itu pun sama dengan bawahannya. Akhirnya mereka pasrah dan kemudian didata sebelum meninggalkan lokasi.
(nrl/)











































