Corona Menggila, Kapolri Terbitkan e-Book Pedoman Hadapi Klaster COVID-19

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 18:18 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok. Humas Polri)
Jakarta -

Lonjakan kasus COVID-19 masih terjadi di Indonesia. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan buku elektronik (e-book) pedoman manajemen kontingensi penanganan klaster COVID-19 sebagai upaya pencegahan dan penanganan penyebaran virus Corona.

Buku panduan tersebut mengupas banyak hal, terutama yang menyangkut penanganan klaster COVID-19 dengan tahapan 3T (tracing, testing, dan treatment) dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas). Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut buku ini sebagai salah satu bentuk kontribusi dan perjuangan Polri dalam mendukung pemerintah guna mencegah penyebaran COVID-19 yang masih ganas.

"Hal ini semata-mata dilakukan untuk menjunjung asas 'Salus Populi Suprema Lex Esto' bahwa keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi," ujar Argo melalui keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Argo mengatakan penambahan kasus COVID-19 baru-baru ini disebabkan adanya peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Misalnya saat momen Natal, tahun baru, hari raya Idul Fitri, serta kegiatan masyarakat lainnya tanpa memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Lebih lanjut, Argo mengungkapkan e-book itu menjelaskan apa saja yang harus dipersiapkan suatu wilayah, seperti penentuan posko dan pengendalinya ketika kontingensi terjadi, memberdayakan posko PPKM Mikro di desa, kelurahan, penyiapan sarana dan prasarana, seperti ambulans, peralatan swab antigen, APD, obat-obatan, formulir tracing, formulir pemantauan karantina, media komunikasi, informasi, serta edukasi COVID-19.

"Lalu penyiapan kebutuhan logistik atau dapur umum. Penentuan tempat isolasi terpusat dan rumah sakit rujukan," katanya.

Kemudian, tambah Argo, e-book itu juga menganjurkan agar dilakukan penutupan satuan wilayah terkecil, seperti RT, dalam satu desa jika sudah ada warga yang terpapar. Lalu, perihal kecepatan asesmen terhadap hasil PCR, ketepatan, dan transparansi data.

Bagaimanapun juga, Argo menyadari penanganan dalam buku itu tidak mungkin berarti tanpa adanya dukungan dan
kerja sama yang sinergis dari seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait lainnya dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Semua butuh kerja sama, gotong royong dan bahu membahu untuk bangkit melawan COVID-19. Prinsip utama penanganan COVID-19 adalah mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas," tutup Argo.

Simak Video: Kapolda Metro Lepas Tim Penguatan PPKM Mikro, Patroli ke Kampung-kampung

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)