Dubes Tak Tahu Pungli di KBRI Tokyo Dimuat di Buku Panduan

Dubes Tak Tahu Pungli di KBRI Tokyo Dimuat di Buku Panduan

- detikNews
Senin, 20 Mar 2006 14:45 WIB
Jakarta - Oknum KBRI di Tokyo menarik pungutan liar melalui pengurusan visa oleh warga negara Indonesia. Oknum tersebut menarik uang sebesar 4 ribu Yen di luar tarif resmi yang berlaku.Bahkan oknum-oknum tersebut berani mencantumkan pungutan liar di dalam buku panduan yang dikeluarkan KBRI pada tahun 2005. Padahal tarif resmi sudah terpampang pada loket pengurusan di sana."Ini di luar pengetahuan duta besar, dan Bapak Dubes sangat tersinggung," ujar Inspektur Jendral Deplu Dienne Moehario dalam Raker dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/3/2006).Sementara untuk pungutan liar di KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Penang Malaysia, modusnya adalah pungutan dilakukan terhadap paspor dan visa. "Untuk paspor dilakukan pada pembuatan paspor baru, paspor hilang, dan yang habis masa berlakunya. Pungutan dilakukan dengan harga yang beragam," jelas Dienne.Dienne juga menyebutkan total penyimpangan di ketiga perwakilan Indonesia tersebut mencapai Rp 8,6 miliar. "Ini belum termasuk yang di Kuching, Tawau, dan Johor Baru," tandas perempuan ayu ini.Namun, mengenai penyimpangan tersebut, prosesnya sudah ditangani KPK. "Kita membantu dalam melengkapi data," ungkap Dienne.Menanggapi keterangan Dienne, anggota Komisi I Yuddy Chrisnandi menyatakan tidak mungkin para petinggi di kantor-kantor tersebut tidak mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan." Tidak mungkin dubesnya tidak tahu," tuduh Yuddy. (mly/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait