Abdillah Toha: Pertemuan Rice di JCC adalah Rekayasa
Senin, 20 Mar 2006 14:22 WIB
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Condoleezza Rice sudah mudik ke negerinya. Tapi para wakil rakyat masih mempermasalahkannya. Selain mempertanyakan pengamanan yang berlebihan, beberapa anggota Komisi I DPR RI menilai pertemuan dengan Rice di Jakarta Convention Center (JCC) pada 15 Maret, merupakan pertemuan yang direkayasa dan telah melecehkan DPR."Saya salut dengan Pak Sidharto, AM Fatwa, dan Tosari Widjaja yang memutuskan keluar dari acara tersebut karena telah dilecehkan. Pertemuan itu hanya rekayasa," ujar anggota Komisi I dari F-PAN Abdillah Toha dalam Rapat Kerja Deplu dengan Komisi I, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2006).Sementara itu anggota komisi I FG Yuddy Chrisnandi mempertanyakan pengamanan Condy yang overacting."Kami minta Deplu menjelaskan, termasuk soal pertemuan di JCC," tandas Yuddy.KBRI SeoulDalam rapat yang sama, Permadi menentang Menlu Hassan Wirajuda untuk membuka secara menyeluruh dan transparan persoalan yang terjadi KBRI Seoul. "Bahkan kalau ada petinggi PDIP yang terlibat, silakan dibuka," tandas Permadi.Menurut Permadi, bantahan yang terkait dengan renovasi KBRI Seoul selama ini tidak benar. Maket rencana bangunan KBRI Seoul yang sudah dibuat menandakan persoalan ini sudah jauh terlaksana. "Maket tidak akan ada tanpa ada rekomendasi-rekomendasi," cetus Permadi.Hingga pukul 14.00 WIB, rapat kerja itu masih berlangsung dengan agenda menampung pertanyaan para anggota Dewan. Menlu Hassan Wirajuda yang mengenakan safari coklat didampingi oleh para pejabat eselon I.
(mly/)











































