Usai Datangkan Condy, Menlu Ditantang Undang PM Palestina
Senin, 20 Mar 2006 14:17 WIB
Jakarta - Komisi I DPR menantang pemerintah mengundang PM Palestina yang baru, Ismail Haniya. Undangan tersebut untuk merespons dan menghargai kemenangan Hamas dalam pemilu parlemen Palestina pada 25 Januari lalu."Kalau parlemen Indonesia sudah mengundang parlemen Palestina atas desakan Badan Kerjasama Antarparlemen, apakah pemerintah juga akan mengundang PM Palestina?" tantang anggota Komisi I dari FPAN Abdillah Thoha dalam raker dengan Menlu Hassan Wirajuda di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (20/3/2006).Ia menegaskan, undangan tersebut merupakan bentuk dukungan dan keberpihakan RI atas kemenangan Hamas dan demi terwujudnya perdamaian di Palestina.Indonesia harus memiliki sikap, sebab dia juga menilai penolakan AS atas hasil Pemilu di Palestina merupakan standar ganda.Hamas memenangi pemilu dengan merebut 75 kursi dari 146 kursi yang diperebutkan dalam pemilu. Meski mendapat dukungan di dalam negeri Palestina, kemenangan Hamas ini menuai penolakan dan kecurigaan dari negara-negara Barat.Pasalnya selama ini Hamas dikenal sebagai kelompok perlawanan Islam paling radikal di Palestina dan tidak mengakui Israel sebagai negara yang berdaulat. Ini memang tantangan buat Menlu yang pertengahan Maret ini berhasil mendatangkan Menlu AS Condoleezza Rice alias Condy.
(umi/)











































