Eks Anak Buah OC Kaligis Dapat Rekor Muri Jadi Saksi Ahli Terbanyak di MA-MK

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 14:24 WIB
Muhammad Rullyandi Mendapat Rekor Muri
Muhammad Rullyandi mendapat rekor Muri (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Mantan anak buah OC Kaligis, Muhammad Rullyandi, kembali memecahkan rekor sebagai saksi ahli tata negara terbanyak dan termuda di Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). Penghargaan itu diberikan Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri).

Dalam undangan yang disampaikan Museum Rekor Muri, Rully memecahkan rekor 'Ahli Hukum Tata Negara Termuda Sebagai Saksi Ahli Terbanyak di MK dan MA'. Dia sudah 100 kali menjadi saksi ahli di MA dan MK dalam usia 34 tahun.

"Alhamdulillah penghargaan ini atas support penuh dari istri yang selama ini mendukung pekerjaan saya sebagai ahli hukum tata negara memberikan keterangan saksi ahli di berbagai pengadilan-pengadilan di seluruh Indonesia, termasuk juga di kepolisian yang pada hari ini saya menerima penghargaan rekor Muri atas capaian ketiga kalinya karena sudah 100 kali dalam usia 34 tahun ini dan saya sangat bersyukur sekali," kata Rully kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Muhammad Rullyandi Mendapat Rekor MuriFoto: Muhammad Rullyandi Mendapat Rekor Muri (Dok pribadi)

Rully berharap penghargaan ini bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda lainnya agar mau berkontribusi untuk negara. Dia menyarankan anak muda saat ini lebih kreatif dan berani dalam melakukan sesuatu.

"Dan alhamdulillah apa yang saya lakukan sampai dengan hari ini insyaallah bermanfaat, terutama dalam penegakan hukum karena menjadi seorang saksi ahli tentunya tidak mudah," ucapnya.

Dia juga mengatakan peran ahli hukum tata negara penting di Indonesia. Sebab, persoalan negara, kata dia, harus diselesaikan secara akademis.

"Tentu di usia yang masih muda dengan berbagai perspektif di masyarakat harus meyakinkan dan harus mumpuni dari semua keilmuan, khususnya dalam bidang ilmu hukum dan tata negara, karena masalah yang terjadi di masyarakat, yang terjadi pada persoalan negara tentu harus kita selesaikan dengan cara akademis, dan inilah diperlukan peran-peran dari ahli hukum tata negara untuk berani menyampaikan pendapat-pendapatnya di pengadilan, dan inilah momentum yang baik bagi saya sebagai generasi milenial," pungkasnya.

(zap/dhn)