Vaksinasi Corona di Faskes Kemenkes Kini Tanpa Syarat 'Sesuai Domisili KTP'

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 11:54 WIB
Seorang warga menjalani vaksinasi COVID-19.
Foto: Ilustrasi vaksinasi (Wisma Putra)

Syarat Surat Domisili Disorot Netizen

Sebelumnya, warga diminta menyertakan surat keterangan domisili jika ingin mendaftar program vaksin Corona di lokasi yang berbeda KTP. Aturan ini disoroti oleh warganet karena dinilai justru mempersulit warga yang ingin divaksinasi.

Sebagai gambaran, warga dengan KTP non-DKI Jakarta yang sudah berusia 18 tahun wajib membawa surat keterangan domisili apabila menginginkan vaksinasi Corona di Jakarta. Surat keterangan domisili ini bisa didapat dari ketua RT/RW setempat.

Aturan ini dipertanyakan. Pasalnya, aturan ini dianggap sebagai birokrasi yang justru menghambat proses vaksinasi. Pemerintah pun diminta menghapuskan aturan syarat surat domisili bagi yang berbeda lokasi KTP.

Lantas, bagaimana penjelasan Kementerian Kesehatan terkait aturan ini?

Kasus COVID-19 melonjak dalam satu bulan terakhir. Vaksinasi pun terus dilakukan untuk memutus penyebaran COVID-19, seperti terlihat di Universitas Budi Luhur, Jaksel.Kasus COVID-19 melonjak dalam satu bulan terakhir. Vaksinasi pun terus dilakukan untuk memutus penyebaran COVID-19, seperti terlihat di Universitas Budi Luhur, Jaksel. (Ari Saputra/detikcom)
Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa surat domisili diperlukan karena menyangkut akuntabilitas penggunaan vaksin. Sebab, distribusi vaksin Corona berdasarkan jumlah penduduk di provinsi warga pelaksana vaksinasi.

"Surat domisili berkaitan dengan akuntabilitas penggunaan vaksin, karena distribusi vaksin berdasarkan jumlah penduduk di provinsi yang bersangkutan," kata Siti saat dihubungi, Minggu (20/6/2021).

"Karena distribusinya tadi berdasarkan jumlah penduduk, jadi ada penduduk sebuah provinsi begitu," lanjutnya.


(rdp/imk)