Sampai Kapan Jakarta Terasa Sedingin Ini? BMKG Bilang Begini

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 09:51 WIB
ilustrasi Hujan lebat di jakarta
Ilustrasi/Langit Jakarta (Foto: Herianto Batubara/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan suhu udara di Jakarta dan sekitarnya terasa lebih dingin sejak awal Juni. BMKG memperkirakan fenomena ini akan berlangsung hingga akhir Juni.

"Jadi agak terasa dingin, ini beberapa hari diperkirakan oleh BMKG itu sampai nanti akhir bulan Juni," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Guswanto kemudian menjelaskan penyebab udara di Jakarta terasa lebih dingin itu. Dia mengatakan fenomena itu dipicu karena ada gangguan atmosfer di Samudara Hindia.

"Kalau kita lihat (suhu udara) terpantaunya normal, memang ada semacam gangguan atmosfer Indian Ocean dipole mode-nya masih negatif. Nah, ini yang menyebabkan pertumbuhan perawanan sehingga kalau setiap sore itu masih terjadi hujan," katanya.

Pada bulan Juni, Guswanto mengatakan hujan harusnya jarang terjadi. Namun hujan yang sering terjadi di Jakarta akhir-akhir ini karena dipicu oleh adanya aliran massa udara lembap dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia, khususnya bagian barat.

"Udah hampir satu bulan ini. Seharusnya bulan Juni hujan itu sudah jarang, tetapi dikarenakan ada gangguan dari adanya Indian Ocean dipole mode-nya itu negatif, maka itu akan membawa uap air dari Samudera Hindia masuk ke Indonesia. Kedua, adalah gelombang atmosfer rossby yang memicu hujan di wilayah Indonesia," kata dia.

Sementara itu, BMKG memperkirakan musim kemarau di Jabodetabek diperkirakan akan terjadi awal Juli. Guswanto menyebut puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus-September 2021.

"Periode kemarau Jabodetabek diprediksi awal Juli 2021 sampai dengan September 2021. Puncak musim kemarau diprediksi Agustus-September 2021," katanya.

Simak video 'Prakirawan BMKG Beberkan Penyebab Potensi Hujan di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/imk)