Warga Banyuurip Tuntut Laba 2% dari Pengelola Blok Cepu

Warga Banyuurip Tuntut Laba 2% dari Pengelola Blok Cepu

- detikNews
Senin, 20 Mar 2006 12:08 WIB
Bojonegoro - Ratusan warga di sekitar sumur minyak Banyuurip (Blok Cepu) turun ke jalan. Mereka menuntut pengelola Blok Cepu memberikan 5 jaminan. Salah satunya menyisihkan 2 persen laba perusahaan untuk mereka.Warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Banyuurip menjalankan aksinya di Lapangan Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur, sejak pukul 10.00 WIB, Senin (20/3/2006).Warga yang terdiri dari ibu-ibu, anak-anak dan pemuda yang berkumpul di kawasan itu mendengarkan orasi koordinator liputan dari LSM Serikat Pemuda Banyuurip, Aris.Sekitar 500 warga sekitar sumur minyak Banyuurip (blok Cepu) unjuk rasa dengan menanami jalan menuju lokasi sumur dengan 10 pohon pisang. Setelah mendengarkan orasi, warga kemudian beranjak menuju Desa Gayam yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari Lapangan Sumengko. Sebagian besar warga memilih jalan kaki, dan sebagian lagi diangkut dengan 4 truk.Selama perjalanan, warga yang sudah menyiapkan batang pisang secara simbolis menanam batang pohon pisang itu di jalan satu-satunya yang menuju Desa Gayam. Ada sekitar 10 batang pisang yang ditanam secara simbolis di jalan yang kondisinya rusak parah dan mirip kubangan kerbau itu.Aksi ini, menurut Aris, dilakukan agar pengelola memperhatikan warga sekitar sumur minyak Banyuurip. Warga sendiri sudah menetapkan beberapa tuntutan, yakni menuntut jaminan dalam bentuk kontrak politik dengan pihak yang terkait pengelolaan Blok Cepu. Jaminan itu berupa proses transparansi pembebasan tanah dengan harga yang adil, keselamatan dan kesehatan kepada masyarakat agar terbebas dari bentuk pencemaran.Mereka juga minta warga lokal dipekerjakan dan mendapat kompensasi langsung sebesar 2 persen dari keuntungan perusahaan untuk warga di lokasi sumur. Mereka juga menuntut pembangunan jalan, irigasi, puskesmas, dan sekolah. "Kami juga minta diikutkan dalam pengelolaan program community development. Tuntutan kita hanya itu. Kita tidak neko-neko, masyarakat di sini juga tidak mau tahu dan terlibat tarik ulur kepentingan politik. Kita hanya memperjuangkan kepentingan kita di sini, terserah siapa operator nya," papar Aris. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads