Analisis Pakar soal Makna Hakim Tawarkan Opsi Grasi ke Habib Rizieq

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 05:16 WIB
Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim PN Jaktim sempat menawarkan tiga opsi kepada Habib Rizieq Shihab. Salah satunya pengajuan grasi. Apa makna di balik tawaran pengajuan grasi itu?

Guru besar hukum pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof Hibnu Nugroho, menilai hakim dalam persidangan tersebut berpikir progresif. Dia menilai opsi grasi disampaikan agar perkara ini cepat selesai.

"Saya melihatnya ini hakim berpikir progresif, berprogresif artinya supaya perkara ini cepat selesai gitu, karena kalau nanti menunggu banding, kasasi, itu peradilan kita cukup lama," kata Hibnu saat dihubungi, Kamis (24/6/2021).

Hibnu menyebut hakim berupaya mempercepat agar kasus yang menimpa Habib Rizieq cepat selesai. Namun dia menyebut ada konsekuensi hukum jika Habib Rizieq memilih mengajukan grasi.

Hibnu mengatakan, jika nantinya grasi dikabulkan oleh Presiden Joko Widodo, perbuatan pidana atau melawan hukum yang dilakukan Habib Rizieq tetap dinyatakan ada. Dia menilai grasi bukan menghilangkan status melawan hukum.

"Kalau minta ampunan, kan diputuskan 4 tahun, kalau itu ampunan bisa dikabulkan hukumannya bisa kurang, tapi ampunan itu bukan hilangkan sifat lawan hukum. Sifat melawan hukumnya tetap tapi hukumannya dikurangi. Sehingga perkara ini cepat selesai, semua menerima, jaksa menerima, Rizieq dengan perbuatan itu minta ampun kepada Presiden, grasi istilahnya, sudah mungkin itu yang diarahkan pada hakim," ucapnya.

Simak video 'Tak Terima Divonis 4 Tahun Kasus Swab RS UMMI, HRS Ajukan Banding!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.