Apakah Menangis Dapat Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya

Kristina - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 10:04 WIB
Ilustrasi wanita menangis
Foto: Getty Images/iStockphoto/Rachaphak
Jakarta -

Terkadang berita duka atau perasaan sedih tidak mengenal waktu kapan datangnya. Tidak terkecuali saat umat muslim sedang berpuasa.

Ditambah lagi pada 24-26 Juni bertepatan dengan puasa ayyamul bidh di bulan Juni bagi umat muslim. Sesuai dengan kalender Hijriah, puasa ayyamul bidh bertepatan pada tanggal 13, 14, 15 dan Dzulqaidah 1442 H.

Lantas, apakah menangis saat sedang menjalankan puasa dapat membatalkan puasa kita?

Meskipun tidak ada dalil yang dijelaskan secara langsung dari Al Quran ataupun hadits-hadits, namun jawaban dari permasalahan ini sudah dijelaskan oleh berbagai ahli.

Jawabannya adalah tidak. Menurut cendekiawan muslim Quraish Shihab dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, menangis yang disebabkan oleh apa pun tidak dapat disebut membatalkan puasa.

Jika menangis karena mengingat dosa-dosa, prihatin melihat penderitaan orang lain, atau pun mengingat kebesaran Allah, maka hal tersebut justru akan menambah pahala.

Senada dengan hal itu, dikutip dari buku berjudul Puasa oleh Astrid Herera, disebutkan bahwa, menangis tidak membatalkan puasa. Hal ini karena menangis tidak termasuk dalam salah satu dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Perlu diketahui, enam hal yang membatalkan puasa yang dikutip dalam buku Bekal Ramadhan oleh Ahmad Zarkasih, Lc adalah sebagai berikut:

1. Makan dan minum;
2. Sengaja muntah;
3. Berhubungan badan atau jima';
4. Sengaja mengeluarkan sperma;
5. Memasukkan sesuatu ke rongga mulut; dan
6. Keluar darah haid dan nifas.

Selain itu, mata bukanlah bagian dari jauf (rongga bagian dalam tubuh), sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Rawdah at-Thalibin:

فرع لا بأس بالاكتحال للصائم، سواء وجد في حلقه منه طعما، أم لا، لان العين ليست بجوف، ولا منفذ منها إلى الحلق

Artinya: "Cabang permasalahan. Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik ditemukan dalam tenggorokannya dari celak tersebut suatu rasa atau tidak. Sebab mata tidak termasuk jauf (bagian dalam) dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan." (Syekh Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Kitab Rawdah at-Thalibin).

Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanul Haq menambahkan bahwa menangis tidak akan membatalkan puasa seseorang. Sebab tangisan merupakan suatu hal yang merupakan ciri khas dalam diri manusia.

"Menangis tidak membatalkan puasa karena menangis adalah sesuatu yang khas dalam diri manusia. Jangankan saat duka, bahkan saat bahagia kita pun mengucurkan air mata," jelas Maman, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (24/6/2021).

Selama air mata dari tangisan tidak masuk ke dalam mulut, seseorang tidak disebut batal dalam berpuasa.

"Yang membatalkan puasa bukan nangisnya. Tapi air mata yang masuk ke rongga dan masuk ke lambung kita itu yang membatalkan puasa," jelasnya.

(nwy/nwy)