Sempat Nangis Minta Maaf ke Nurdin, Eks Pejabat Sulsel Jumras Ngaku Cari Aman

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 15:17 WIB
Jumras minta maaf ke Gubernur Nurdin
Jumras saat datang meminta maaf ke Nurdin Abdullah karena diduga melakukan pencemaran nama baik. (Noval/detikcom)
Makassar -

Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) Jumras pernah terjerat kasus pencemaran nama baik Gubernur nonaktif Nurdin Abdullah. Jumras saat itu ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Makassar dan lantas datang menemui Nurdin Abdullah, yang masih aktif menjabat Gubernur, untuk meminta maaf sembari menangis.

Belakangan, Jumras mengakui permintaan maafnya kepada Nurdin saat itu agar dirinya aman dari jeratan hukum.

Pengakuan Jumras terpaksa minta maaf biar aman tersebut diungkapkan Jumras saat menjadi saksi di sidang kasus suap Nurdin Abdullah dengan terdakwa pemberi suap Agung Sucipto alias Anggu di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (24/6/2021).

Jumras saat menjadi saksi di sidang terdakwa Agung Sucipto.Jumras saat menjadi saksi di sidang terdakwa Agung Sucipto. (Hermawan/detikcom)

Awalnya, pengacara Anggu, M Nursal, menyinggung Jumras pernah meminta maaf ke Nurdin dan mencabut pernyataan bahwa Nurdin pernah menerima bantuan Pilgub 2018 Rp 10 miliar dari Anggu dan pengusaha lainnya.

"Apakah setelah tersangka Saudara meminta maaf dan mencabut pernyataan itu?" ujar Nursal kepada Jumras di persidangan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Jumras tak menampiknya dan mengakui memang pernah meminta maaf dan mencabut pernyataan bahwa Nurdin Abdullah pernah menerima bantuan Pilkada Rp 10 miliar. Tapi Jumras melanjutkan, meminta maaf dan mencabut pernyataan itu hanyalah karena dia mencari aman dari jeratan hukum. Sebab, saat itu Jumras dipolisikan Nurdin dan sudah jadi tersangka.

"Saya mencabut, karena saya menganggap saya sudah mau pensiun, saya cari saja jalan amannya. Dan beliau mau menerima saya (memaafkan)," jawab Jumras.

Selepas jawaban Jumras tersebut, jaksa KPK M Asri Irwan kembali mendalaminya. Jaksa meminta penegasan Jumras, apakah pernyataan hanya cari aman tersebut dapat berarti bahwa pernyataan soal bantuan Rp 10 miliar tersebut tetap merupakan sebagai fakta. Jumras pun membenarkannya.

"Jadi saya mencabut itu Pak karena saya hanya mencari keamanan, maksudnya saya sebagai bawahan, ya sebagai bawahan saya minta maaf walaupun substansial (bahwa pernyataan Agung Sucipto pernah beri bantuan Pilkada ke Nurdin) tidak pernah berubah," tutur Jumras.

"Saya hanya minta maaf karena saya ingin aman Pak, karena mau pensiun. Mau tidak mau saya tahun itu saya wajib pensiun," sambung Jumras.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Terkait Uang Sitaan Rp 3,5 M, Nurdin Abdullah: Itu Bantuan Masjid

[Gambas:Video 20detik]