Viral Pria di Jakpus Sebut 'COVID Sudah Berakhir' Saat Kena Razia Masker

Tiara Aliya Azzahara - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 15:08 WIB
Jakarta -

Sebuah video yang memperlihatkan pria yang melanggar protokol kesehatan COVID-19 menolak disanksi aparat Satpol PP viral di media sosial. Pria itu menganggap pandemi COVID-19 di Indonesia sudah berakhir.

Dilihat detikcom, dalam video terlihat seorang pria sedang ditindak oleh personel Satpol PP. Video itu disertai narasi yang menjelaskan pria tersebut terjaring razia ketika melintasi Jalan Tanah Abang I, Menteng, Jakarta Pusat.

Terlihat, pria itu menolak disanksi karena dia meyakini COVID-19 telah berakhir. Bahkan, dia meyakini pandemi COVID-19 di luar negeri telah selesai sedari dulu.

"Saya atas nama Yusuf, warga Petojo Enclek, Jakarta, menyatakan COVID itu sudah berakhir sebetulnya. Jadi sebetulnya di luar negeri sana itu juga sudah selesai beres. Kita mau sampai kapan mau terus perpanjang COVID," ucap pria tersebut.

Dia juga meminta pemerintah membuka pikiran dan menganggap COVID-19 telah berakhir.

"Kepada pemerintah, gubernur, presiden, kepada rakyat Indonesia bukalah otaknya gitu, buka pikiran, kita mau sampai kapan kayak gini terus. Mau berbisnis, mau usaha, siap-siapa aja bangkrut," sebutnya.

Satpol PP Benarkan Peristiwa Itu

Kepala Satpol PP Kecamatan Gambir Ahmad Abu membenarkan peristiwa ini. Dia mengatakan saat itu petugas sempat adu mulut karena pria tersebut menolak ditindak.

"Jam 9 yang pelanggar atau Mas Yusuf lewat tidak menggunakan masker dengan benar. Diberhentikan petugas tapi dia menganggap, berargumen COVID itu tidak ada. Jadi di situ adu mulut sedikit, tidak mau ditindak dan langsung balik ke rumah," kata Abu saat dikonfirmasi, Kamis (24/6/2021).

Pria tersebut tetap menolak untuk disanksi dan meninggalkan lokasi. Hingga akhirnya, pihak kelurahan setempat mendatanginya ke rumah dan menjalani mediasi.

"Dia menolak akhirnya pulang ke rumah dimediasi sama tiga pilar kelurahan, mediasi dan meminta maaf," jelasnya.

Abu mengaku kerap menemui kejadian serupa saat melakukan pengawasan di lapangan. Meski demikian, pihaknya memastikan akan memberi pemahaman kepada pelanggar.

"Ada tapi di lapangan jelas ada orang yang menolak menganggap (COVID nggak ada), lupa nggak bawa masker, ada yang dikantongi di kantong, macam-macamlah," ucapnya.

(zap/zap)