Istri di Sorong yang Tewas Dibakar Polisi Sempat Robek Buku Nikah

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 15:00 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi Garis Polisi (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Seorang anggota Polres Sorong Kota, Papua Barat, IP, tega membakar istrinya sendiri, BD. Polisi menyebut kejadian itu bermula ketika IP bertengkar dengan BD sehingga tersangka menampar korban.

"Pada hari Jumat (28/5), sekitar pukul 08.00 WIT, bertempat di Jalan Tribrata Apol Dum, Distrik Dum Timur, Kota Sorong Kepulauan, telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dalam ruang lingkup keluarga (KDRT), yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban (istri tersangka). Awalnya terjadi pertengkaran antara tersangka dan korban, lalu tersangka menampar korban sebanyak satu kali di pipi kiri korban," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi melalui pesan singkat, Kamis (24/6/2021).

Adam menjelaskan tamparan tersebut membuat korban marah sehingga korban merobek buku nikah yang mereka miliki.

"Sehingga membuat korban marah dan mengambil buku nikah dan korban merobeknya," tuturnya.

Melihat buku nikahnya dirobek, kemarahan tersangka semakin memuncak. Tersangka mengambil minyak tanah dari kompor hock di dapur.

Setelah itu, tersangka menyiram korban dengan minyak tanah. Hanya, tersangka tidak langsung membakar korban saat itu juga.

"Kemudian tersangka masuk ke dapur, lalu membongkar kompor hock dan mengambil wadah penyimpanan minyak tanah kompor tersebut. Lalu tersangka membawa wadah yang berisi minyak tanah tersebut kemudian menyiram korban dengan minyak tanah tersebut ke tubuh korban, kemudian terjadi pembicaraan antara korban dan tersangka," papar Adam.

Sekitar 10 menit kemudian, kata Adam, barulah tersangka membakar korban menggunakan korek gas. Korban yang mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sayangnya, nyawa korban tak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia 2 hari lalu.

"Namun, selang 10 menit kemudian, tersangka menggunakan korek gas dan menyalakan korek tersebut dan membakar tubuh korban. Sehingga korban terbakar dan mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, dan dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 22 Juni 2021, sekitar pukul 05.00 WIT," tutupnya.

Sebelumnya, Kombes Adam mengatakan IP membakar istrinya karena ada masalah ekonomi. Menurutnya, BD dibakar oleh IP dengan menggunakan minyak tanah berdasarkan barang bukti yang ditemukan.

"Karena ekonomi. Masalah rumah tangga, ekonomi," katanya.

(zak/zak)