Cerita Warga Mamasa Terpaksa Lintasi Jembatan Gantung Rusak, Ada yang Jatuh

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 13:09 WIB
Warga Dusun Rantelalamun, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulbar melintasi jembatan rusak.
Warga Dusun Rantelalamun, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulbar, melintasi jembatan rusak. (Abdy/detikcom)
Mamasa -

Rusaknya jembatan gantung di Dusun Rantelalamun, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), nyaris melumpuhkan aktivitas sedikitnya 150 warga di daerah itu. Jembatan gantung sepanjang 45 meter dengan lebar 1,5 meter ini merupakan akses jalan utama warga Dusun Rantelalamun untuk menyeberangi sungai.

Berdasarkan pantauan, warga yang ingin beraktivitas ke luar kampung, khususnya anak-anak yang ingin ke sekolah, terpaksa memanfaatkan sisa kawat jembatan gantung sebagai pijakan kaki untuk menyeberangi sungai. Mereka menapakkan kaki pada kawat besi yang menghubungkan kedua sisi sungai.

Berulang kali terlihat, ada warga nyaris terjatuh, lantaran kelelahan dan kehilangan keseimbangan saat menapaki kawat jembatan, yang bergoyang apalagi saat ditiup angin.

Diketahui, sudah dua warga yang pernah terjatuh ke dalam sungai saat mencoba melintas jembatan. Beruntung keduanya selamat kendati sempat terbawa arus,

"Pernah ada anak-anak jatuh di sini, gadis-gadis, sudah dua orang, pakai cadar satu, ada juga kemenakan satu," kata salah salah satu warga, Nurhikmah, selepas menyeberangi jembatan, Kamis (24/06/2021).

Kendati takut saat melintasi jembatan gantung ini, Nurhikmah mengaku tidak dapat berbuat apa-apa. Sebab, tidak ada jalan lain.

"Takutlah, tapi bagaimana, karena itu sudah... tidak ada jalan lain, tinggal nyeberang," ujarnya.

Saat kondisi air sungai sedang surut, Nurhikma memilih menyeberangi sungai dengan cara masuk ke dalam air. Jika air sungai meluap, ia enggan masuk ke dalam air tanpa bantuan orang lain.

"Biasa turun ke sungai, tapi nanti ada teman baru bisa. Tapi nanti ada teman baru aku bisa, takut kalau sendiri," tutur wanita berusia 40 tahun ini.

Kepala Desa Pamoseng M Sabir mengungkapkan kesulitan yang dialami warganya sejak jembatan rusak. "Setelah rusaknya jembatan itu, ya masyarakat itu seperti semula di bawah tahun 2013, melewati sungai," kata Sabir terpisah.

Ia menjelaskan, jembatan gantung yang rusak parah dibangun pada 2013 dengan sumber dana dari PNPM Mandiri. Bencana banjir membuat jembatan rusak parah.

"Pada November 2020, terjadi bencana alam banjir, mengakibatkan lantai jembatan itu hanyut terbawa banjir," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2