Polisi Amankan 200 Orang Diduga Simpatisan Habib Rizieq di PN Jaktim

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 09:28 WIB
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab (HRS) menjalani sidang vonis terkait kasus tes swab RS Ummi Bogor di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, pagi ini. Ratusan orang diduga simpatisan Habib Rizieq yang mendatangi PN Jakarta Timur diamankan pihak kepolisian.

Hingga pukul 09.04 WIB, sebanyak 200 orang sudah diamankan polisi. Mereka diamankan karena dianggap berkerumun.

"(Sudah) 200 orang (diamankan)," ujar Kapolsek Cakung Kapolsek Cakung Kompol Satria Darma saat dihubungi detikcom, Kamis (24/6/2021).

200 orang tersebut saat ini telah diamankan ke Polres Jakarta Timur untuk dilakukan pemeriksaan. Satria menyebut, tidak menutup kemungkinan jika jumlah simpatisan yang diamankan akan terus bertambah.

"Jumlah masih tentatif karena sampai saat ini masih banyak yang kita amankan," kata Satria.

Diberitakan sebelumnya, massa simpatisan mantan Imam besar FPI itu yang hendak menghadiri sidang vonis Habib Rizieq diangkut petugas kepolisian. Selain itu sejumlah orang juga dilakukan pemeriksaan dicurigai karena memakai atribut berbau FPI.

Pantauan detikcom di lokasi pukul 08.30, Kamis (24/6/2021) di depan PN Jaktim, di Jalan Sumarno, Jakarta Timur, simpatisan HRS yang terdiri dari 9 sampai 10 orang diangkut petugas ke mobil brimob. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Sebelum diangkut mereka sempat menolak petugas dan memilih duduk diam di depan PN Jaktim. Namun anggota kepolisian dengan tegas meminta mereka masuk ke dalam mobil petugas.

"Saya di sini saja!!," ujar simpatisan HRS tersebut.

Ribuan Personel TNI-Polri Dikerahkan

Ribuan personel gabungan TNI-Polri turut dikerahkan dalam mengamankan jalannya sidang vonis Habib Rizieq hari ini. Sejumlah 2.801 personel gabungan dikabarkan turut mengamankan Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Jumlah personelnya 2.801 personel gabungan TNI-Polri semuanya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/6).

(isa/isa)