Round-Up

Desakan Lockdown ke Jokowi tapi PPKM Mikro Tetap Jadi Pilihan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 07:50 WIB
Jakarta -

Desakan lockdown menyeruak sejak kasus COVID-19 di Indonesia terus melonjak. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih memilih tetap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dibanding lockdown.

Jokowi mengatakan, PPKM Mikro merupakan pilihan yang paling tepat untuk menghentikan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia. Bukan lockdown, ataupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang juga didesak untuk diterapkan.

"Pemerintah telah menerima banyak masukan-masukan dan tentunya kami menyambut baik setiap masukan baik pribadi, kelompok, ataupun masyarakat, termasuk usulan untuk memberlakukan kembali PSBB dan lockdown mengingat lonjakan kasus positif yang sangat pesat," kata Jokowi melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6/2021).

"Dan, pemerintah telah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan COVID-19 hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah yaitu komunitas," imbuhnya.

Berjalan Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

Menurut Jokowi, PPKM Mikro lah yang paling pas diterapkan. Hal itu didasarkan atas kondisi ekonomi, kondisi sosial, dan kondisi politik Indonesia. Juga pengalaman dari negara lain.

"Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan COVID-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, dan kondisi politik di negara kita Indonesia, dan juga pengalaman-pengalaman dari negara lain," kata Jokowi.

Selain itu, lanjut Jokowi, PPKM Mikro juga bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat. Oleh sebab itu, PPKM Mikro masih dipandang sebagai kebijakan yang paling tepat.

"Kenapa pemerintah memutuskan PPKM mikro? Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan COVID-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat," ungkapnya.