Wagub Riza Bela Anies Usai Penanganan Banjir Jakarta Disorot BPK

Tiara Aliya Azahra - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 22:19 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Screenshot Instagram Riza Patira)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Screenshot Instagram Riza Patira)
Jakarta -

Badan pemeriksa Keuangan (BPK) menilai upaya pengendalian banjir di bawah komando Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak berjalan efektif. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan Pemprov DKI memiliki rancangan komprehensif dalam menanggulangi banjir.

"Siapa pun bisa memberikan penilaian, tapi yang pasti kami punya blue print, punya road map, punya konsep yang komprehensif," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/6/2021).

Riza mempersilakan siapa pun memberi penilaian atas kinerja Pemprov DKI Jakarta. Namun dia meyakini seluruh penangan banjir telah melalui perencanaan yang matang.

"Dari Gubernur sebelumnya ada tahapan," tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 'dicolek' Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal upaya penanganan banjir di Jakarta. BPK menilai penanganan banjir di Jakarta tidak memiliki perencanaan yang jelas.

Catatan keras kepada Pemprov DKI Jakarta pimpinan Anies Baswedan ini disampaikan BPK dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2020. BPK juga menjelaskan penanganan banjir di Jakarta cenderung reaktif.

Pengendalian banjir yang dipimpin Anies pun disebut tidak terarah dan tidak efektif dalam mengurangi dan menekan potensi banjir dan genangan di Jakarta.

"Penanganan banjir di DKI Jakarta masih cenderung reaktif dan belum mengacu pada perencanaan yang jelas," ungkap BPK dalam Laporan IHPS II 2020, seperti dikutip detikcom, Rabu (23/6).

BPK melaporkan, dalam mengendalikan banjir, Pemprov DKI Jakarta sebetulnya telah melakukan berbagai upaya, seperti membangun sodetan ke kanal banjir, normalisasi sungai, pemeliharaan sungai, antisipasi air pasang dengan pembuatan tanggul, serta penataan kali dan saluran.

Sayangnya, semua upaya yang dilakukan dalam menanggulangi banjir di Jakarta itu masih banyak bermasalah. Terutama dalam pengendalian aliran sungai yang bisa menyebabkan banjir di Jakarta.

"Pengendalian banjir di Jakarta melalui konsep pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara terpadu belum didukung kelembagaan yang memadai, dan mengakibatkan kerusakan DAS Ciliwung belum dapat ditangani secara optimal," tulis BPK.

(lir/lir)