Corona di Jakarta Kian Menggila, MUI Terbitkan Maklumat soal Ibadah

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 21:39 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Angka kasus virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta terus melonjak tajam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI menerbitkan maklumat tentang kegiatan ibadah di masjid di masa pandemi COVID-19.

Maklumat itu diterbitkan pada hari ini, Rabu (23/6/2021). Maklumat ini ditandatangani Ketua Umum MUI DKI Munahar Muchtar dan Sekretaris Umum MUI DKI Yusuf Aman.

"Ditekankan kepada ulama dan khatib se-Provinsi DKI Jakarta dalam pelaksanaan kegiatan ibadah untuk tetap melakukan pengetatan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," demikian bunyi maklumat itu.

Munahar menerangkan, masyarakat harus memperketat protokol kesehatan saat menjalani aktivitas ibadah sehari-hari. Hal itu sebagai bentuk tindakan nyata untuk memutus penularan virus Corona.

"Dibutuhkan tindakan riil dalam rangka pencegahan secara menyeluruh untuk memutus mata rantai penularan, salah satunya melaksanakan aktivitas ibadah sehari-hari dengan lebih memperketat protokol kesehatan," ujarnya.

Munahar mengatakan kampanye tentang bahaya virus Corona harus terus digaungkan. Dia juga meminta masyarakat untuk menghindari kerumunan.

"Terus melakukan kampanye sadar COVID-19 dengan upaya mengingatkan kepada umat Islam tentang bahaya COVID-19 dan menghindari sementara waktu tidak melakukan kerumunan," katanya.

Maklumat itu dikeluarkan dengan mempertimbangkan sejumlah hal. Salah satunya kasus COVID-19 yang mengalami lonjakan drastis.

"Dibutuhkan tindakan riil dalam rangka pencegahan secara menyeluruh untuk memutus mata rantai penularan, salah satunya melaksanakan aktivitas ibadah sehari-hari dengan lebih memperketat protokol kesehatan," lanjutnya.

Berikut ini pertimbangan lengkap penerbitan maklumat:

1. Kasus COVID-19 di Jakarta mengalami lonjakan yang sangat drastis dan mengkhawatirkan, sehingga Provinsi DKI Jakarta dinyatakan zona merah.

2. Dibutuhkan tindakan riil dalam rangka pencegahan secara menyeluruh untuk memutus mata rantai penularan, salah satunya melaksanakan aktivitas ibadah sehari-hari dengan lebih memperketat protokol kesehatan.

3. Terus melakukan kampanye sadar COVID-19 dengan upaya mengingatkan kepada umat Islam tentang bahaya COVID-19 dan menghindari sementara waktu tidak melakukan kerumunan.

4. Memperbanyak doa dan zikir kepada Allah SWT, agar pandemi ini segera berakhir, dan masyarakat Jakarta kembali dapat menjalani kehidupan normal," ungkapnya.

Seperti diketahui, kasus COVID-19 di DKI Jakarta terus melonjak. Hari ini saja, ada 4.693 orang yang dilaporkan terpapar COVID-19.

Angka kematian akibat COVID-19 di DKI Jakarta juga dilaporkan meningkat. Meningkatnya angka kematian ini membuat petugas pemakaman kewalahan.

"Baru jam 6 sudah 146 orang dan dinas pemakaman tidak sanggup nguburin, sudah capek semuanya. Sampai jam 6 doang. Sisanya ditaruh di puskesmas-puskesmas," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta Edi Sumantri saat rapat bersama Komisi C DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/6).

(whn/mae)