Round-Up

Kala Kasasi Belum Jelas tapi Jaksa Sebut Mobil Pinangki untuk Negara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 21:11 WIB
Terdakwa kasus penerimaan suap dari Djoko Tjandra terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang pembacaan Putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (8/2/2021). Mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung itu divonis oleh Majelis Hakim 10 Tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc.
Pinangki Sirna Malasari (ANTARA/RENO ESNIR)
Jakarta -

Hukuman jaksa Pinangki Sirna Malasari disorot sejumlah pihak setelah dipotong menjadi 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sejumlah pihak mendesak jaksa untuk mengajukan upaya hukum kasasi, namun hingga kini sikap jaksa penuntut umum (JPU) belum jelas.

Kejaksaan Agung (Kejagung) masih belum mengambil sikap apakah akan mengajukan permohonan kasasi atau tidak untuk merespons putusan banding penerima suap dari Djoko Tjandra itu. Sementara itu, Kejagung beralasan belum menerima salinan putusan.

Meski sikap kasasi belum jelas, namun Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono berbicara keuntungan soal aset yang akan disita negara, yaitu mobil BMW X-5 Pinangki. Dalam putusan hakim, Pengadilan Tipikor Jakarta merampas harta tersebut untuk negara.

Hal itu disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono, seperti dilansir Antara, Rabu (23/6/2021). Pernyataan 'negara dapat mobil Pinangki' itu kemudian jadi sorotan sejumlah pihak. Selain itu, publik menyoroti soal pernyataan Ali yang mempertanyakan awak media 'kenapa selalu mengejar pemberitaan soal Pinangki'.

Kejagung Heran 'Kenapa Sih yang Dikejar-kejar Pinangki'

Awalnya, Ali mengatakan, hingga saat ini, Kejaksaan belum memutuskan mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang mengurangi hukuman Pinangki Sirna Malasari dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara. Kejagung mengaku belum menerima salinan putusan PT DKI.

"Belum terima (salinan)," kata Jampidsus Kejagung Ali Mukartono seperti dilansir Antara, Rabu (23/6/2021).

Kemudian, di sela-sela wawancara terkait Pinangki, Ali mempertanyakan mengapa masalah Pinangki terus dikejar atau dipertanyakan ke Kejagung. Padahal, menurut Ali, masih banyak tersangka lain di Kejagung yang perlu diperhatikan.

"Kenapa sih yang dikejar-kejar Pinangki? Tersangkanya banyak, wong tersangkanya itu banyak banget yang ditanya Pinangki terus, kenapa?" tanya Ali di sela-sela wawancara dengan awak media.

Saat itu wartawan menjelaskan bahwa banding Pinangki menjadi perhatian luas publik. Apalagi, alasan hakim mengabulkan permohonan banding Pinangki karena mengakui dan menyesali perbuatannya serta berstatus ibu dari anak berusia empat tahun sehingga layak diberi kesempatan untuk mengasuh.

"Karena kasus ini menimbulkan gejolak di masyarakat," kata salah seorang wartawan.

Ali lantas menjawab bahwa yang membuat berita terkait Pinangki bergejolak adalah media atau wartawan.

"Yang menggejolakkan diri siapa, sampeyan-sampeyan kan (wartawan)," kata Ali.

"Kita kan harus memberi kejelasan untuk masyarakat, Pak," timpal wartawan.

"Sudah jelas putusan pengadilan, iya kan! Tersangka kita tunggu yang lain, masih banyak tersangka, itu satu kesatuan, karena itu lima-lima, macam-macamlah, malah dari Pinangki dapat mobil kan negara, ya yang lain kan susah lacaknya ini," jawab Ali.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Selanjutnya
Halaman
1 2 3