Data Ledakan Corona Sepekan Terakhir hingga Rekor 15.308 Kasus Baru

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 18:10 WIB
Jakarta -

Kasus baru virus Corona (COVID-19) pada hari ini kembali mencatatkan rekor tertinggi selama pandemi. Kasus COVID-19 di Indonesia melonjak drastis dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data dari Humas BNPB, Rabu (23/6/2021), kasus baru Corona pada hari ini sebanyak 15.308. Total kasus positif Corona di Indonesia menembus angka 2.033.421.

Kasus aktif Corona di Indonesia pada hari ini bertambah 7.838. Total kasus aktif COVID-19 menjadi 160.524.

Kemudian, sebanyak 7.167 pasien positif Corona dinyatakan sembuh hari ini. Total kumulatif pasien yang telah sembuh berjumlah 1.817.303 orang.

Selain itu, sebanyak 303 pasien COVID-19 di Indonesia dilaporkan meninggal dunia hari ini. Total kumulatif pasien yang meninggal dunia berjumlah 55.594 orang.

Berikut ini lonjakan kasus baru Corona dalam sepekan terakhir:

14 Juni: 8.189
15 Juni: 8.161
16 Juni: 9.944
17 Juni: 12.624
18 Juni: 12.990
19 Juni: 12.906
20 Juni: 13.737
21 Juni: 14.536
22 Juni: 13.668
23 Juni: 15.308

PPKM Mikro Diperkuat

Perihal kenaikan kasus Corona yang terus melonjak, pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM skala mikro. Namun kali ini PPKM mikro lebih diperkuat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menjelaskan alasan lebih memilih memperkuat PPKM mikro daripada opsi PSBB atau lockdown. PPKM mikro dianggap tidak akan mematikan ekonomi rakyat.

"Kenapa pemerintah memutuskan PPKM mikro? Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini, untuk mengendalikan COVID-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan pers, Rabu (23/6/2021).

Keputusan itu diambil setelah pemerintah mempertimbangkan sejumlah opsi. Jokowi mengaku menerima masukan dari berbagai pihak, dari usulan pemberlakuan kembali PSBB hingga lockdown.

"Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan COVID-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi politik di negara kita Indonesia, dan juga pengalaman-pengalaman dari negara lain," ujar Jokowi.

(mae/imk)