Anies Minta Ibadah di Rumah Saja, Pemprov DKI: Jakarta Sudah Zona Merah

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 16:37 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta
Gedung Balai Kota DKI Jakarta (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga beribadah di rumah saja. Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta Muhammad Zen mengatakan keputusan ini diambil lantaran Jakarta masuk zona merah COVID-19.

"Kan mengingat itu kan imbauannya. Mengingat Jakarta sudah zona merah dan sejalan dengan siaran pers dari Kemenko. Kalau bicara nasional, DKI itu masuk daerah, Jakarta masuk zona merah. Jadi Jakarta, Banten, Jawa Tengah, maupun Yogya masuk zona merah," kata Zen kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Zen menegaskan hal ini sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat yang meniadakan peribadatan di tempat ibadah yang berada di kabupaten/kota berzona merah.

"Kalau zona merah dengan tegas arahannya sementara ini ibadah di rumah," jelasnya.

Zen meminta pengelola tempat ibadah mematuhi kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Ke depannya, pihaknya akan melakukan pemantauan di sejumlah tempat ibadah.

"Itu kan kearifan daripada para pengelola tempat ibadah. Sementara kalau, katakanlah, kita mengontrol secara lebih ketat dan sangat menyeluruh agak repot juga. Kalau seandainya ada tempat ibadah yang tetap melaksanakan tapi dengan prokes kesehatan yang benar-benar ketat bahkan tentunya akan melakukan monitoring," ujarnya.

"Satpol melihat sejauh mana kepatuhan masyarakat dan umat dalam menyikapi kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat dan pemda, kebijakan tempat ibadah," sambungnya.

Sebelumnya, Anies memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 5 Juli 2021 mendatang, imbas lonjakan kasus COVID-19. Anies menyatakan pengetatan aktivitas warga diberlakukan demi menekan penyebaran virus COVID-19 di Ibu Kota.

"Kenaikan kasus COVID-19 yang secara signifikan terjadi akhir-akhir ini di DKI membuat kami akhirnya harus membuat keputusan serius, untuk segera menekan penyebaran virus," kata Anies melalui keterangan tertulis, Rabu (23/6/2021).

Pengetatan tersebut tertuang dalam Kepgub Nomor 796 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro. Kepgub ini diteken Anies pada 21 Juni lalu. Salah satu poin pengetatan yang disampaikan ialah kegiatan peribadatan dilaksanakan di rumah masing-masing.

(idn/idn)