Ini BMW X-5 yang Disebut Jampidsus Kejagung dari Pinangki untuk Negara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 12:57 WIB
Mobil BMW Jaksa Pinangki
Foto mobil BMW X-5 Pinangki yang dirampas untuk negara (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Mobil BMW X-5 milik Pinangki Sirna Malasari dibawa-bawa Kejaksaan Agung (Kejagung) ketika ditanya terkait sikap jaksa atas vonis Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memangkas hukuman Pinangki menjadi 4 tahun penjara. Mobil itu saat ini dirampas negara berdasarkan putusan hakim tingkat pertama di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Jika melihat dakwaan jaksa, mobil BMW CX-5 itu dibeli Pinangki dengan harga Rp 1,753 miliar. Pinangki membeli mobil ini secara cash atau tunai namun dibayar dalam beberapa tahap.

Jaksa menyebut pada 2019-2020, terdakwa Pinangki sempat akan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari kasus korupsi itu dengan cara menukarkan uang USD 337.600 di money changer atau senilai Rp 4,7 miliar. Uang itu digunakan Pinangki untuk mobil hingga perawatan kecantikan di Amerika Serikat (AS).

Masih dalam dakwaan, total uang yang digunakan Pinangki untuk membeli mobil hingga perawatan kecantikan senilai Rp 6 miliar. Uang itu disebut jaksa dipakai untuk menyamarkan hasil korupsi.

"Maka jumlah keseluruhan uang yang digunakan oleh terdakwa adalah sebesar USD 444.900 atau setara Rp 6.219.380.900 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut dengan tujuan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi," kata jaksa saat membacakan dakwaan saat itu.

Beli Mobil Usai Menang Kasus

Dalam persidangan, salah satu saksi bernama Yeni Pratiwi, yang bekerja sebagai tenaga sales di PT Astra International BMW, menceritakan awal mula Pinangki membeli mobil itu. Yen mengatakan Pinangki membeli mobil ketika BMW sedang mengadakan pameran.

Singkat cerita, Pinangki sepakat membeli BMW X-5 keluaran 2020, lantas membayar uang muka Rp 25 juta. Setelahnya, menurut Yeni, Pinangki meminta pembayaran secara tunai bertahap yang totalnya Rp 1,709 miliar.

"Terdakwa bayar cash karena nggak melalui bank. Kalau kredit kan harus ada tenor, ini nggak. (Pelunasan) pokoknya sebelum mobil dikirim sudah lunas gitu," ucap Yeni saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2020).

Kemudian, Yeni mengungkapkan, pembelian mobil itu dari hasil Pinangki memenangi kasus. Yeni menyebut Pinangki saat itu meneleponnya dan bercerita terkait asal uang pembelian mobil itu.

"Saudara di sini (BAP) katakan bahwa pembayaran habis menang kasus, tapi saksi nggak nanya kasus apa. Benar?" kata hakim ketua IG Eko Purwanto dan diamini Yeni dalam sidang.

Namun BAP Yeni itu dibantah oleh Pinangki. Pinangki menyebut keterangan Yeni yang menyatakan dirinya membeli BMW X-5 setelah menang kasus tidak benar.

"Saya nggak pernah katakan saya pernah menang kasus karena tidak logis saya katakan kayak gitu ke seorang sales," ujar Pinangki, yang duduk di kursi terdakwa di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2020).