Bantu Antisipasi COVID-19, Tracing Bisa Dilakukan Siapa Saja

Khoirul Anam - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 08:44 WIB
Kasus COVID-19 yang kembali melonjak di Indonesia jadi perhatian berbagai pihak. Selama beberapa hari terakhir kasus baru COVID-19 kembali melebihi 10.000 per hari.
Foto: AP/Binsar Bakkara
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia telah mengalami kenaikan pascalibur lebaran lalu. Diketahui, penambahan kasus baru positif COVID-19 pada 22 Juni di mencapai 13.668 sehingga total mencapai 2.028.113 kasus.

Beleid baru untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pun kembali diterapkan. Baru-baru ini, terhitung dari 22 Juni hingga 5 Juli 2021, PPKM Mikro diberlakukan.

Kebijakan tersebut mengatur tentang kegiatan perkantoran dan belajar mengajar di zona merah. Sementara itu, jam operasional dan kapasitas pengunjung tempat makan, pusat perbelanjaan, area publik, dan transportasi umum, akan dibatasi.

Selain PPKM Mikro, desakan untuk melakukan lockdown juga bermunculan. Sejumlah pihak dari mulai politisi hingga pakar kesehatan menyarankan agar dilakukannya lockdown demi mengurangi laju penyebaran COVID-19.

Di samping kebijakan-kebijakan besar tersebut, penyebaran COVID-19 juga bisa dilakukan dengan cara sederhana. Salah satu cara itu yakni melalui tracing.

Dilansir dari laman covid19.go.id, tracing merupakan proses mencari dan memantau pihak yang kontak dengan orang terinfeksi COVID-19 (kontak erat). Tracing bertujuan untuk memutus rantai penularan COVID-19 di masyarakat.

"Tracing sendiri dilakukan oleh petugas (tracer), seperti petugas kesehatan maupun elemen masyarakat (satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kader karang taruna, PKK, dan relawan lainnya) yang telah mendapatkan pelatihan," tulis laman tersebut.

Di sisi lain, dokter spesialis mikrobiologi klinis dari Intibios Lab, dr Enty, SpMK, menyebut bahwa kegiatan tracing bisa dilakukan secara mandiri. Menurutnya, kegiatan ini bisa difasilitasi oleh kantor atau komunitas. Tujuannya agar bisa membantu pemerintah dalam melacak penyebaran dan laju COVID-19 di lingkungan sekitarnya.

"Dengan siapa saja kontak dalam 2 minggu terakhir? Misal di kantor (ada yang positif), itu populasi seluruhnya bisa dilakukan pemeriksaan. Umumnya dari pemerintah, tapi tidak menutup kemungkinan ada tracing dari kantor dan organisasi," imbuhnya.

Masyarakat juga dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat, di antaranya memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan cara yang tepat.

Adapun masyarakat juga diimbau untuk segera mengikuti program vaksinasi ketika mendapatkan kesempatan.

Simak video 'Kapasitas Testing-Tracing COVID-19 RI Dinilai Masih Belum Optimal':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)