Lahan Masjid di Maros Disita KPK Terkait Suap Nurdin Abdullah

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 11:53 WIB
Lahan masjid di Maros disita KPK terkait kasus suap Nurdin Abdullah (Taufiq/detikcom).
Lahan masjid di Maros disita KPK terkait kasus suap Nurdin Abdullah (Taufiq/detikcom)
Maros -

Sebidang lahan di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang di atasnya berdiri masjid disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyitaan lahan terkait kasus suap yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah.

"Yang disita lahannya, bangunannya bisa dipakai masyarakat untuk beribadah, tidak dilarang," ujar Camat Tompobulu Nasruddin Baso kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Nasruddin lalu meluruskan soal kabar masjid tersebut disita oleh KPK.

"Jadi bahasa sita, bahasanya itu masyarakat bisa melakukan aktivitas ibadah di situ karena kebetulan lokasi berdirinya masjid itu di lahan yang disita. Jadi seolah-olah masjid yang disita, tapi kan masyarakat boleh saja melakukan ibadah," katanya.

Nasruddin mengatakan masjid bercat putih itu belum sepenuhnya rampung. Menurutnya, Nurdin Abdullah mendirikan bangunan itu pada awal 2021 ini. Rencananya, lahan yang disita oleh KPK ini akan dipergunakan untuk agrowisata oleh Nurdin Abdullah.

"Kayaknya 2021 karena kita tidak hadir saat pembangunan. Lahan itu buat agrowisata. Kalau luasnya saya tidak tahu persis berapa dan (masjid) boleh dipakai sepanjang beribadah, salat dan ngaji," ucapnya.

Dia bercerita, pada 17 Juni lalu, pihaknya dihubungi oleh tim dari KPK untuk menyaksikan penyitaan lahan dan pemasangan papan pengumuman di wilayah itu. Di atasnya berdiri sebuah masjid yang belum diberi nama oleh Nurdin Abdullah. Lahan itu masih lahan kosong yang belum tergarap. Menurut dia, lahan itu ke depannya akan ditanami buah-buahan sebagai bagian dari pengembangan agrowisata.

"Kalau pada saat itu KPK menghubungi kami untuk didampingi pemasangan berita acara penyitaan. Untuk masjidnya bukan disita, tapi bisa dipakai buat masyarakat," sebutnya.

Terpisah, Plt Kepala Desa Arra Firman mengaku tidak banyak mengetahui soal lahan yang disita oleh KPK itu. Dia beralasan baru 10 hari menjadi plt kepala desa setempat. "Belum ada yang saya tahu. Tapi lokasinya di Dusun Arra, Tompobulu. Waktu saya dampingi kPK ke sana, saya lihat tidak ada yang salah di masjid itu," kata Firman.

"Waktu itu saya hanya menemani Pak Camat dan menemani. Kalau berdirinya, saya tidak tahu karena saya tidak mengikuti itu," ujar dia.

(tfq/nvl)