Pemprov Kini Bantah Work from Bali Picu Kasus COVID-19 Melonjak

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 10:46 WIB
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana (Dok Pemprov Bali)
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana (Dok Pemprov Bali)
Denpasar -

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Provinsi Bali I Made Rentin sempat menyebutkan bahwa kebijakan work from Bali menjadi salah satu pemicu meroketnya kasus Corona di Pulau Dewata. Kini Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali Gede Pramana membantah pernyataan itu.

"Melonjaknya kasus COVID-19 tidak hanya terjadi di Bali, tapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia, jadi tidak tepat menyebut kebijakan WFB sebagai pemicunya," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali Gede Pramana dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (23/6/2021).

Terlebih, kata Pramana, pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) ke Bali sudah melalui syarat-syarat perjalanan yang ketat, seperti hasil tes swab negatif, sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Menurutnya, lonjakan kasus di Bali saat ini antara lain disebabkan aktivitas masyarakat yang semakin meningkat dan munculnya mutasi baru virus Corona.

work from baliIlustrasi, work from bali (Foto: Biznet)

Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Bali itu menilai kebijakan work from Bali yang dicetuskan pemerintah pusat sudah tepat. Pasalnya, dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian Bali yang berbasis pariwisata sangat dirasakan oleh masyarakat Bali.

"Kebijakan WFB akan sangat membantu perekonomian Bali kembali pulih tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan," tukas birokrat asal Wangaya, Kota Denpasar, itu.

Ia berharap penilaian terhadap sebuah kebijakan tidak berdasarkan asumsi dan logika semata, tapi juga didukung data dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Lonjakan Corona di Bali

Data dari Satgas Penanganan COVID-19 Bali menunjukkan peningkatan kasus COVID-19 sudah mulai terjadi sejak Kamis (17/6) lalu dengan catatan positif sebanyak 67 orang. Esoknya, pada Jumat (18/6), warga Bali terkonfirmasi COVID kembali bertambah menjadi 95 orang.

Lonjakan drastis terjadi pada Sabtu (19/6), ketika tercatat tambahan positif COVID-19 sebanyak 155 orang. Kemudian pada Minggu (20/6) kasus positif masih bertambah di tiga digit, yakni sebanyak 106 orang. Tambahan kasus positif itu juga masih terjadi pada Senin (21/6) sebanyak 91 orang.

Hingga Senin (21/6), jumlah kasus positif kumulatif mencapai 48.436 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 46.166 orang atau 95,31 persen dinyatakan sembuh, sedangkan 1.536 orang atau 3,17 persen meninggal dunia. Sementara kasus aktif menjadi 734 orang atau 1,52 persen dari kasus kumulatif.

"(Kasus) Dominan disumbangkan, baik PPDN (pelaku perjalanan dalam negeri atau kunjungan turis lokal) maupun transmisi lokal dari berbagai kegiatan masyarakat. Ada liburan dan ada yang tugas dinas ke Bali," kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Provinsi Bali I Made Rentin dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (22/6/2021).

Selain seruan 'work from Bali', kunjungan kerja (kunker) ASN dari luar Bali dinilai jadi salah satu sebab kasus COVID meningkat.

"Salah satunya (work from Bali). Salah duanya sudah banyak kunker daerah lain ke Bali," imbuh Rentin.

Simak video ''Work From Bali' Tuai Kecaman Para Ekonom, Ini Kata Sandiaga':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)