Anggota DPR Dorong Uji Klinis Ivermectin yang Diklaim Obat Terapi COVID

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 06:25 WIB
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan obat terapi COVID-19 bernama Ivermectin yang manfaatnya dianggap menurunkan jumlah penderita Corona dan kematian di India dan 15 negara lain di dunia. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, mendorong pemerintah segera melakukan uji klinis agar ivermectin benar-benar aman dikonsumsi.

"Tentu harus ada kajian yang lebih mendalam akademik terkait ivermectin dan saya setuju jika ivermectin ini dilakukan uji klinis sehingga dipastikan kebermanfaatannya dalam rangka mengobati orang yang terpapar Covid-19," ujar Saleh ketika dihubungi detikcom, Selasa (22/6/2021).

Sejauh ini, kata Saleh, ivermectin aman dikonsumsi sebagai obat cacing. Ia meyakini ivermectin tidak berbahaya. Meski begitu, penggunaan ivermectin perlu dalam pengawasan dokter.


Khawatir Penimbunan

Pemerintah perlu mewaspadai timbulnya kepanikan masyarakat sehingga memborong ivermectin. Dikhawatirkan pula banyak masyarakat yang memanfaatkan momentum sehingga menimbun ivermectin.

"Supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat seperti memborong obat kemudian menimbun dan seterusnya maka pemerintah betul-betul harus memberikan penjelasan yang utuh terkait ini supaya masyarakat itu itu memang menggunakannya sesuai dengan apa yang yang dianjurkan," ucap Saleh.

Politikus PAN Saleh Daulay (Tsarina/detikcom)Foto: Politikus PAN Saleh Daulay (Tsarina/detikcom)

"Yang mengerti soal ini tentu farmakolog, masyarakat tidak perlu menimbun dan membeli berlebihan kalau ini bisa mengobati tentu pemerintah akan mensuplai dalam bentuk banyak dan besar," jelas Saleh.

Hal senada juga diutarakan Waketum Gerindra sekaligus anggota Komisi IX, Putih Sari. Menurutnya, pemerintah mesti bergerak cepat melakukan sosialisasi penggunaan ivermectin berikut efek sampingnya.

"Pengawasan dan pengetatan terhadap pembelian invermectin di apotek-apotek karena menurut keterangan BPOM invermectin merupakan golongan obat keras sehingga pembeliannya harus dengan resep dokter," tutur Putih Sari.


Kritik Erick Thohir

Wakil Ketua Komisi IX, Melkiades Laka Lena, mengkritik keras Erick Thohir yang mempromosikan ivermectin. Melkiades menilai Erick Thohir berbicara tidak seusai tupoksinya.

Hari ini vaksin tahap ke-14 kembali tiba di Indonesia. Sebanyak 8 juta bulk vaksin Sinovac mendarat di Bandara Soetta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menerima dan melihat langsung.Erick Thohir (Foto: AmiriYandi/DJIKP-Kemkominfo)

"Menteri bicara sesuai tupoksi jangan bicara di luar tugas dan fungsi apalagi tidak ahli di bidangnya," kata Melkiades.

Melkiades sendiri enggan banyak bicara soal obat ivermectin. "Soal obat BPOM dan Kemenkes serta para ahli yang pas bicara," imbuhnya.


Epidemiolog: Ivermectin Belum Teruji

Pakar Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama angkat bicara soal polemic ivermectin sebagai obat terapi COVID-19. Bayu menyebut ivermectin belum teruji.

"Ivermectin belum teruji terkait penggunannya untuk obat COVID-19. Izin yang ada di BPOM bukan untuk obat COVID-19 (melainkan untuk obat cacing), jadi penggunannya belum diketahui baik keamanannya maupun efekftifitas obatnya untuk pengobatan," tuturnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2