Satgas Soroti 6 Provinsi Gegara Kasus Sembuh Lebih Rendah dari Kasus Baru

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 01:29 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: Satgas Penanganan COVID-19
Jakarta -

Satgas COVID-19 menyoroti 6 provinsi di Pulau Jawa lantaran kasus sembuh dari Corona (COVID-19) lebih rendah dari kasus baru. Satgas COVID-19 mewanti-wanti agar 6 provinsi tersebut memperbaiki cara penanganan COVID-19.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyebut per 20 Juni keenam provinsi dengan selisih yang cukup besar yakni DKI Jakarta (selisih 13.032 kasus), Jawa Tengah (selisih 7.171 kasus), Jawa Barat (selisih 6.670 kasus), Jawa Timur (selisih 2.239 kasus), DI Yogyakarta (selisih 2.131 kasus), dan Banten (selisih 878 kasus). Wiku menyebut kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius.

"Angka kesembuhan yang lebih rendah dibandingkan kasus positif perlu menjadi target utama perbaikan penanganan COVID-19," kata Wiku dalam keterangannya, Rabu (23/6/2021).

Wiku meminta agar keenam provinsi di Pulau Jawa tersebut untuk segera memperbaiki kondisi penanganan COVID-19. Menurutnya pemerintah provinsi harus bisa menyesuaikan dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan untuk menangani lonjakan Corona.

"Sesuai arahan Presiden pimpinan daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota khususnya di Pulau Jawa, harus terbiasa mengamati situasi terkini dengan membaca data baik sehingga dapat segera dilakukan langkah antisipatif. Jadikan data sebagai basis pengambilan kebijakan penanganan COVID-19 sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat tepat sasaran dan mampu mengendalikan lonjakan kasus," jelasnya.

Wiku juga menanggapi sejumlah wilayah yang mulai kewalahan menanganan pasien COVID-19. Dia memberikan masukan agar wilayah tersebut melakukan konversi tempat tidur rumah sakit atau menyediakan fasilitas isolasi terpusat di masing-masing wilayah.

"Selain itu, dapat juga dilakukan konversi tempat tidur rumah sakit, atau menyediakan fasilitas isolasi terpusat di masing-masing wilayah agar beban dapat terbagi dan rumah sakit tidak kewalahan menangani pasien. Apabila seluruh provinsi-provinsi ini mampu menurunkan penambahan kasus positif dan meningkatkan kesembuhan, maka dapat mendongkrak angka kesembuhan di tingkat nasional pula," tutur Wiku.

Lebih lanjut, Wiku juga mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa vaksinasi tidak sepenuhnya melindungi dari penularan. Menurutnya kekebalan individu tidak cukup untuk mengatasi pandemi.

"Saya telah memperoleh vaksin lengkap sebanyak dua kali dan saat ini dinyatakan positif COVID19. Hal ini memperlihatkan bahwa penularan masih ada dan vaksin tidak sepenuhnya melindungi dari penularan, kekebalan individu tidaklah cukup dalam meredam penularan dan untuk mengatasinya dibutuhkan kekebalan komunitas (herd immunity)," tutur Wiku.

(maa/maa)