Pandemi Dinilai Tak Bisa Jadi Alasan Perpanjang Masa Jabatan Presiden

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 20:26 WIB
Hendri Satrio (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Hendri Satrio (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)

Poyuono khawatir Pemilu 2024 membuat kondisi Indonesia semakin parah. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar masa jabatan diperpanjang, yakni menjadi tiga periode melalui pemilu degan mengamendemen UUD 1945.

"Nanti kalau ada pemilu, yang saya takutkan tambah parah, dan pascapilpres sudah tidak ada lagi peduli dengan kondisi kita. Penting bagi kita mengubah konstitusi, yaitu melakukan amendemen 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden periode tiga kali, tapi harus lewat pilpres," ujarnya.

Namun, jika tidak memungkinkan adanya amendemen, Poyuono mengusulkan agar perpanjangan tetap dilakukan paling tidak selama tiga tahun. Perpanjangan itu tidak menggunakan amendemen tapi dengan dekrit presiden.

"Tapi kembali lagi, apakah mungkin dilakukan pilpres dan pileg, yang tentu akan menyebabkan kerumunan orang? Mungkin kalau saya mengusulkan masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang saja bersama DPR RI, dan itu mungkin bisa melalui dekrit presiden, bukan amendemen. Artinya, COVID selesai, masa jabatan Pak Jokowi diperpanjang berapa tahun. Kemudian baru diadakan pilpres," ucapnya.


(eva/aik)