Polisi Masih Buru 5 Pencuri-Penadah Pelat Tugu Perbatasan Samarinda-Kukar

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 19:23 WIB
Tugu Perbatasan Samarinda-Kukar
Tugu Perbatasan Samarinda-Kukar (Dok. Istimewa)
Samarinda -

Polisi masih memburu 5 tersangka pencurian beserta penadah pelat besi tugu paruh enggang di perbatasan Samarinda-Kukar tepatnya di Jalan Pandai, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Sungai Pinang, Kalimantan Timur. Sebelumnya, polisi sempat menangkap salah satu pelaku pencurian berinisial RD (45).

"Dari keterangan pelaku (RD), dalam menjalankan aksinya keenam pelaku memiliki masing-masing tugas, nah kalau RD ini bertugas sebagai orang yang memantau keadaan di lokasi pencurian," Kata Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Dovie Eudy kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Saat menjalankan aksinya, RD tertangkap oleh warga yang sudah menunggu kedatangannya bersama rekan komplotan spesialis pencuri besi tugu lainnya. Namun, saat warga menggerebek RD, kelima rekannya berhasil melarikan diri.

Nahas bagi RD, ia tertangkap warga, kemudian diikat hingga motor miliknya dibakar warga yang geram aksi pencurian yang dilakukannya.

"Jadi mereka ini memang spesialis tugu ornamen, biasa melakukan pada malam hari pada jam 1 hingga 2 malam. Untuk di TKP Sungai Pinang sendiri itu sudah dilakukan pencurian sebanyak 3 kali, namun baru tertangkap pada saat aksi ketiga," ungkap Dovie.

Dovie menerangkan, setelah mencuri, biasanya barang hasil curian langsung di jual para pelaku oleh seseorang yang biasa menjadi penadah.

"Selain kelima pelaku yang belum tertangkap, kami juga memburu penadah barang hasil curian yang sudah kita tetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO)," terangnya.

Akibat tindakan para pelaku, total kerugian ditafsirkan mencapai 100 juta. Selain itu, kepada awak media, RD mengaku telah tiga kali ikut mencuri tugu ornamen.

"Ada tiga tempat yang sudah saya curi, pertama di Kota Bontang, kedua, kedua di Samarinda Seberang, Loa Janan, dan terakhir di Sungai Siring," singkatnya

Walaupun mengaku menyesal, RD harus menerima mendekam di bilik jeruji Polresta Samarinda. Akibat perbuatannya, dia dijerat dengan Pasal 363 dengan ancaman 5 tahun penjara.

(maa/maa)