Diperiksa KPK, Eks Kepala Bappeda Jelaskan soal Perencanaan Kapal Aceh Hebat

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 16:19 WIB
Suasana di gedung BPKP Aceh tempat pemeriksaan sejumlah pejabat terkati penyelidikan KPK (Agus-detikcom)
Suasana di gedung BPKP Aceh tempat pemeriksaan sejumlah pejabat terkati penyelidikan KPK. (Agus/detikcom)
Banda Aceh -

Mantan Kepala Bappeda Aceh Azhari dan mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) Bustami diperiksa KPK. Pemeriksaan dilakukan terkait penyelidikan dugaan korupsi Kapal Aceh Hebat.

Pemeriksaan Azhari dan Bustami digelar di gedung BPKP Perwakilan Aceh di Banda Aceh, Selasa (22/6/2021).

Usai pemeriksaan, Azhari mengaku ditanya penyidik KPK seputar proses perencanaan pengadaan tiga unit Kapal Aceh Hebat. Dia menyebut KPK hanya melakukan klarifikasi.

"Mereka itu kan perlu mendapat informasi sebenarnya dari Bappeda. Mereka tanya bagaimana prosesnya dari sisi perencanaannya," kata Azhari kepada wartawan.

Dia tak menjelaskan detail apa saja yang disampaikannya kepada tim KPK. Azhari mengatakan dirinya hanya ditanya soal mekanisme perencanaan Kapal Aceh Hebat.

"Kalau saya sampai itu aja ditanya. Tadi kita jelasin mekanismenya," ucapnya.

Sebelumnya, KPK menyatakan sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi terkait pengadaan kapal Aceh hebat. Ada sejumlah pejabat dan mantan pejabat di Aceh yang diperiksa.

"Sebagaimana yang pernah kami sampaikan bahwa sejak beberapa waktu lalu hingga kini benar ada kegiatan penyelidikan oleh KPK di antaranya melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi terhadap beberapa pihak terkait," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Senin (21/6).

Tentang Kapal Aceh Hebat

Pemprov Aceh memesan tiga kapal untuk meningkatkan konektivitas antarpulau. Kapal tersebut ditargetkan beroperasi pada 2021.

"Saya optimis bisa diselesaikan dan beroperasi pada Januari 2021 kalau kita lihat schedule (jadwal) dari PT Adiluhung Saranasegara itu pada akhir November akan di delivered ke Aceh, dan tergantung cuaca," kata Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (8/9/2020).

Kapal yang diberi nama 'Aceh Hebat' itu dibuat di tiga tempat. Ketiga kapal yang dibeli tersebut melayani rute Banda Aceh-Sabang, Labuhan Haji-Simeulue, dan Singkil-Pulau Banyak.

KMP Aceh Hebat 1 sendiri telah diluncurkan. Peresmian kapal ro-ro 1.300 GT itu dilakukan di Galangan PT Multi Ocean Shipyard (PT MOS) di Karimun, Kepri, Sabtu (3/10/2020).

Usai diluncurkan, kapal tersebut bakal mengikuti beberapa pengujian lagi, seperti uji kemiringan, uji berlayar, dan fungsi seluruh komponen. Kapal ini bakal melayani rute Meulaboh-Labuhan Haji-Simeulue.

Sementara itu, KMP Aceh Hebat 2 yang memiliki bobot 1.100 GT dikerjakan oleh PT Adiluhung Saranasegara di Bangkalan Madura. Kapal tersebut akan melayani pelayaran dari Balohan Sabang-Ulee Lheue Banda Aceh.

Sedangkan KMP Aceh Hebat 3 yang berbobot 600 GT dikerjakan oleh PT Citra Bahari Shipyard di Tegal. Kapal ini melayari rute Singkil-Pulau Banyak.

(agse/haf)