Work From Bali hingga Liburan Sebabkan COVID Melonjak di Pulau Dewata

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 16:02 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Denpasar -

Seruan bekerja dari Bali atau work from Bali hingga kunjungan turis lokal yang berlibur ke Bali dinilai menjadi sebab kasus COVID-19 di Pulau Dewata melonjak drastis. Tercatat ada 734 kasus aktif COVID-19 dari total 48.436 kasus kumulatif di Bali.

"(Kasus) Dominan disumbangkan, baik PPDN (pelaku perjalanan dalam negeri atau kunjungan turis lokal) maupun transmisi lokal dari berbagai kegiatan masyarakat. Ada liburan dan ada yang tugas dinas ke Bali," kata Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Provinsi Bali I Made Rentin dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (22/6/2021).

Selaim seruan work from Bali, kunjungan kerja ASN dari luar Bali juga dinilai jadi salah satu sebab kasus COVID meningkat.

"Salah satunya (work from Bali). Salah duanya sudah banyak kunker daerah lain ke Bali," imbuh Rentin.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, peningkatan kasus mulai terjadi sejak Kamis (17/6) lalu dengan catatan positif sebanyak 67 orang. Jumlah itu kembali meningkat pada Jumat (18/6) sebanyak 95 orang.

Bahkan, pada Sabtu (19/6), kasus positif kembali meningkat tajam mencapai 155 orang. Kemudian pada Minggu (20/6), kasus positif masih bertambah di tiga tigit yakni sebanyak 106 orang. Tambahan kasus positif itu juga masih terjadi pada Senin (21/6) sebanyak 91 orang.

Hingga Senin (21/6) jumlah kasus positif kumulatif mencapai 48.436 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 46.166 orang atau 95,31 persen dinyatakan sembuh, 1.536 orang atau 3,17 persen meninggal dunia. Sementara kasus aktif menjadi 734 orang atau 1,52 persen dari kasus kumulatif.

Terkait dengan adanya lonjakan kasus tersebut, Rentin mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari Gubernur Bali Wayan Koster. Namun yang pasti ada berbagai upaya yang bakal dilakukan dalam menekan laju kasus tersebut.

"Intinya (akan ada) pengetatan pintu masuk, taat prokes dan optimalkan vaksin," kata Rentin yang juga Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan belum ada temuan varian baru meskipun terjadi lonjakan kasus. Temuan baru yang sebelumnya sudah diumumkan ke publik.

"Kan dulu sudah diumumkan. Ada varian Afsel dan Inggris (pada) bulan Februari. (Saat ini) Belum (ditemukan varian baru)," terang Suarjaya.

Sementara itu, jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di Bali masih berada di bawah 50 persen. Bali tercatat mempunyai 2.169 tempat tidur pasien COVID-19. Jumlah tersebut terdiri atas 1.948 tempat tidur isolasi dan 221 tempat tidur intensive care unit (ICU).

Per Selasa (22/6), dari 1.948 tempat tidur isolasi telah terisi sebanyak 416 atau 21,36 persen. Sementara dari 221 tempat tidur ICU yang ada, hingga kini terisi sebanyak 57 atau 25,79 persen.

(nvl/nvl)