Hamas Ajukan Susunan Kabinet Kepada Abbas

Hamas Ajukan Susunan Kabinet Kepada Abbas

- detikNews
Minggu, 19 Mar 2006 18:33 WIB
Jakarta - Setelah menang pemilu pada Januari silam, akhirnya pemerintah Palestina di bawah kendali Hamas mengajukan kabinetnya kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas Minggu (19/3/2006). Hamas berharap Abbas tidak menolak kabinet bentukan Hamas ini.Salah seorang staf ahli Abbas Saeb Erakat, menyatakan Abbas tidak akan menolak kabinet Hamas jika mereka mengubah agenda terutama kebijakan terhadap Israel. "Saya rasa presiden akan memberikan mereka perubahan dan tidak akan menolak formasi dari kabinet tersebut," jelas Seb Erakat seperti dikutip Reuters.Hamas mengajukan susunan kabinetnya seminggu sebelum pemilihan umum Israel yang digelar pada 28 Maret 2006. Sementara itu Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh mengatakan dirinya akan mengajukan susunan kabinet kepada Presiden Abbas sekitar pukul 5 sore waktu setempat (pukul 22.00 WIB) di Gaza.Pengajuan kabinet dari Hamas ini tanpa didukung oleh satu partai pun termasuk partai moderat, yang menyatakan enggan bergabung dengan kabinet yang dipimpin oleh Hamas.Mereka khawatir jika bergabung dengan kabinet yang dipimpin Hamas maka akan semakin mendukung atau menyokong Amerika dan Israel mengisolasi pemerintahan Hamas.Masih dinantikan apakah Presiden Mahmoud Abbas bersedia menyetujui kabinet susunan Hamas. Ini dikarenakan dalam sistem politik Palestina partai penguasa harus mengajukan susunan kabinetnya kepada presiden untuk disetujui dan jika tidak maka kabinet pun harus dirombak kembali.Sementara itu pihak Israel menyatakan tetap tidak mengakui pemerintahan Palestina pimpinan Hamas. Mereka menganggap Hamas tidak pernah mengakui negara Yahudi dan menciptakan ketakutan di Timur Tengah. "Hamas tidak lebih dari organisasi teroris. Isu yang dimunculkan Hamas adalah tidak mengakui negara Israel yang menjadikan Hamas sebagai organisasi ekstrim Islam," kata Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads