Soroti Tingginya Kasus Corona Anak, Jazilul: Orang Tua Harus Makin Sadar

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 13:41 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menyoroti penyebaran COVID-19 yang cukup tinggi di kalangan anak dan balita. Ia meminta para orang tua meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan terhadap buah hati.

Jazilul mengulas, berdasarkan data hari Minggu (20/6), tercatat di Jakarta 879 anak terpapar COVID-19 dan 224 di antaranya balita.

"Kita kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kesedihan dan keprihatinan atas pandemi yang juga telah menyasar anak-anak dan balita," kata Jazilul, dalam keterangannya, Selasa (22/6/2021).

Menurut Jazilul, setiap orang tua harus melindungi diri sendiri dan juga anak-anaknya. Lebih penting lagi, setiap orang tua mesti memahami risiko yang ditimbulkan COVID-19.

"Untuk itu orang tua harus semakin sadar diri akan bahaya COVID-19," imbuh Jazilul.

Alumni PMII itu mengajak agar orang tua menerapkan protokol kesehatan terhadap anak dan balita. Ia berpesan orang tua untuk tidak mengajak anaknya jalan-jalan atau bepergian.

Jazilul menegaskan orang tua berperan penting dalam mencegah penularan COVID-19. Sebab, sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama orang tua. Seyogianya orang tua memberikan pemahaman mengenai situasi pandemi, tentunya dengan cara yang mudah dipahami.

Selain mengarahkan anak-anaknya untuk selalu menjaga protokol kesehatan, lanjut Jazilul, lebih penting lagi orang tua mesti mencontohkan kedisiplinan protokol kesehatan tersebut.

"Bila orang tua meminta anaknya memakai masker, orang tua lebih dahulu harus menerapkan perilaku itu," ungkap Jazilul

"Bila anak dilarang bermain bersama teman-temannya, orang tua harus bisa menjadi teman saat di rumah," imbuhnya.

Ia pun berharap rencana pembukaan sekolah tatap muka ditunda. Sebab, pertemuan tatap muka dapat memperbesar potensi penularan.

"Meski sekolah menerapkan protokol kesehatan namun hal demikian tidak menutup kemungkinan penularan," sebut Jazilul.

Jazilul juga menekankan, meskipun anak bersekolah dari rumah, orang tua hendaknya juga membatasi kegiatan anak di luar rumah. Terutama jika berinteraksi dengan teman-teman atau orang lain yang tidak serumah.

"Nah inilah tugas orang tua untuk menjaga dan mengingatkan anaknya akan bahaya COVID-19," sambung Jazilul.

Menurutnya, jika orang tua belum menyadari bahaya COVID-19, tugas pemerintah untuk mengingatkan dan mengedukasi.

"Ketua RT, RW, lurah, babinsa, dan babinkamtibmas harus turut ke lapangan yang di mana masih banyak orangtua belum sadar akan bahaya COVID," jelas Jazilul.

Simak Video: Ada Peningkatan Kasus COVID-19 Pada Anak, Apa Dampaknya?

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)