PPKM Tangsel: Tak Ada Hajatan, Wisata Ditutup, Resto Tutup Pukul 20.00

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 13:08 WIB
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Jurangmangu melakukan tes swab antigen kepada warga di RT RT 7 dan 3 RW 5, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangsel, Banten, Senin (7/6/2021). Tes tersebut setelah 7 anggota keluarga di RT tersebut terindikasi positif virus Corona Covid-19, pada pekan lalu. Upaya ini sebagai upaya tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran virus.
Suasana di Tangsel saat pandemi. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan sejumlah pengetatan pada PPKM Mikro. Pemkot Tangsel mengatur operasional tempat ibadah hingga melarang orang berkumpul lebih dari 3 orang pada zona merah.

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 443/2073/Huk. Surat itu ditandatangani Walkot Tangsel Benyamin Davnie pada 15 Juni 2021.

"Memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dengan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat rukun tetangga," demikian bunyi surat edaran yang diterima detikcom, Selasa (22/6/2021).


RT Zona Merang Dilarang Berkerumun Lebih dari 3 Orang

Benyamin mengatakan pada RT zona merah, yang terdapat 5 rumah pada satu RT positif Corona, akan dilakukan pembatasan secara ketat. Kerumunan lebih dari 3 orang dilarang dan aktivitas warga dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

"Melarang kerumunan lebih dari 3 (tiga) orang, membatasi keluar-masuk wilayah RT sampai pukul 20.00 WIB dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan," jelasnya.

Ibadah Disarankan di Rumah

Benyamin meminta fasilitas tempat ibadah membatasi jumlah jemaah. Dia menyarankan warga beribadah di rumah.

"Mengatur jumlah jemaah/jemaat/penganut/pengunjung tempat ibadah dibatasi secara lebih ketat dan lebih mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah," katanya.

Sekolah Secara Daring

Pemkot Tangsel juga mengeluarkan arahan kepada lembaga pendidikan. Benyamin meminta agar proses belajar-mengajar dilakukan secara daring.

"Wajib melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/online," kata dia.

Kantor WFH 75%

Pemkot Tangsel juga mewajibkan perkantoran melaksanakan kerja dari rumah atau work from home (WHF) dengan kapasitas 75%. Pegawai juga diminta tak melakukan mobilitas ke daerah lain.

"Wajib mengatur jam bekerja pegawai di lingkungan perkantorannya/kerjanya dengan menerapkan work from office (WFO) sebesar 25% (lima puluh persen) dan work from home (WFH) sebesar 75% (lima puluh persen), serta menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat, pengaturan waktu kerja secara bergantian, dan pada saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain," kata dia.

Simak juga Video: Ma'ruf Amin ke Walkot Tangsel: Percepat Vaksinasi Massal!

[Gambas:Video 20detik]