Gara-gara Blok Cepu, PAD Bojonegoro Meroket Jadi Rp 1,6 T
Minggu, 19 Mar 2006 16:32 WIB
Bojonegoro -
Blok Cepu adalah berkah bagi Bojonegoro dan sekitarnya. Jika eksploitasi Blok Cepu mulus, pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten itu akan melonjak pesat.Selama ini, PAD Bojonegoro berkisar Rp 35-40 miliar/tahun. Tapi jika Blok Cepu resmi beroperasi, PAD-nya meroket jadi Rp 1,6 triliun/tahun!Peningkatan yang fantastis itu berasal dari modal perimbangan migas yang ada. Misalnya dari sharing partisipating interest sekitar 10%, Pemkab Bojonegoro mendapat 4,5%. Begitu juga komposisi bagi hasil lainnya, Bojonegoro mendapat 15%."PAD tahun-tahun sebelumnya kekuatannya hanya 10% dari APBD yang mencapai Rp 400 miliar," kata Kepala Infokom Pemkab Bojonegoro Kamsuni saat ditemui di rumah dinas Bupati Bojonegoro, Minggu (19/3/2006).Untuk dana pembangunan desa/kelurahan yang sebelumnya hanya Rp 10 juta/tahun, nantinya juga akan mengikuti pendapatan Bojonegoro.Kasmuni tidak menampik bahwa dana pembangunan desa bisa mencapai Rp 1 miliar/tahun. "Tapi itu tidak untuk seluruh desa/kelurahan. Tidak sama. Kemungkinan daerah penghasil minyak yang besar," kata Kasmuni.Di Bojonegoro terdapat 419 desa dan 11 kelurahan dari 27 kecamatan. "Eksploitasi ini untuk pembangunan dan kesejahteraan desa. Jadi wajar mereka ikut menikmati," tegas Kasmuni.Ancang-ancangPemkab Bojonegoro saat ini juga tengah berancang-ancang membangun fasilitas penunjang yang nantinya akan bekerjsama dengan investor. Fasilitas itu antara lain hotel berbintang, RS internasional, hingga lapangan terbang.Khusus lapangan terbang, nantinya akan dibangun oleh Exxon. "Tapi tidak menutup kemungkinan kita akan kerjasama dengan pemda untuk dikomersialkan," kata Kasmuni.Menurutnya, rencana-rencana ini sudah dikonsultasikan dengan Menhub maupun Menteri ESDM."Yang jelas, ke depan banyak fasilitas penunjang yang harus diwujudkan termasuk pendidikan dan kesehatan," demikian Sugiharto.
(nrl/)










































