Kalla: Kekerasan pada Jurnalis di Abepura Harus Dilihat Adil
Minggu, 19 Mar 2006 13:49 WIB
Jakarta - Aksi kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap wartawan yang meliput kerusuhan Abepura, Jayapura, menuai protes. Namun Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat kejadian itu sebagai suatu hal yang wajar dalam kondisi seperti itu. "Jangan dilihat dari sisi situ saja, lihat juga perasaan psikologis pasukan Brimob yang temannya meninggal 3 orang," kata Kalla usai acara bakti sosial HUT AMPG ke-4 di Pangkalan Pasir, Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara, Minggu (19/3/2006).Wapres juga menilai selama ini pemberitaan di media massa sangat memojokkan aparat kepolisian akibat perlakuan seperti itu. Namun sayangnya media tidak melihat dalam sisi yang lebih luas. "Jadi kalau wartawan sedikit dikerasi selalu diprotes. Bayangkan dengan empat orang yang meninggal itu," tandas Kalla. Namun demikian, pemerintah tetap meminta aparat kepolisian untuk bertugas sesuai prosedur yang ditetapkan. "Kita tetap meminta Brimob bertindak proporsional dalam menjalankan tugasnya," imbuh Kalla.Pada Kamis 16 Maret terjadi bentrokan antara demonstran di depan Universitas Cendrawasih dan aparat Brimob. Tiga polisi dan satu prajurit TNI AU tewas dalam aksi itu. Sehari kemudian Jumat 17 Maret, para wartawan tiga stasiun televisi yang hendak meliput pascabentrokan dianiaya oleh aparat kepolisian. Kamera mereka juga dirusak.
(ahm/)











































