Pemerintah Upayakan Hidupkan Industri di Batam dan Bintan

Pemerintah Upayakan Hidupkan Industri di Batam dan Bintan

- detikNews
Minggu, 19 Mar 2006 13:09 WIB
Jakarta - Pertumbuhan industri Indonesia di Pulau Batam dan Bintan kini sedang lesu. Pemerintah pun mengupayakan untuk menghidupkan kembali dengan jalan revitalisasi. Salah satunya bekerjasama dengan Singapura. "Pertumbuhan industri di sana sedang turun. Makanya perlu direvitalisasi, perlu upaya kampanye dan menjual ulang kepada para investor agar orang datang bikin industri di Batam dan Bintan," kata Wapres Jusuf Kalla usai acara bakti sosial HUT AMPG ke-4 di Pangkalan Pasir, Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara, Minggu (19/3/2006).Menurut Kalla, selama ini Batam dan Bintan telah dijadikan daerah industri untuk mengembangkan lapangan kerja, pendapatan pajak dan sebagainya. "Bahkan sebagian besar lahan di kedua daerah tersebut selama ini telah tumbuh perindustrian yang bekerjasama dengan sejumlah pengusaha di Singapura," papar kalla.Lebih lanjut Kalla menjelaskan, ini dikarenakan kedua daerah itu berdekatan dengan Singapura dan juga memiliki pengalaman. Apalagi Singapura memiliki 7.000 perusahaan multinasional sehingga kerjasama dengan Singapura sangat penting."Makanya kerjasama itu akan ditingkatkan lagi . Khususnya dalam cara mempromosikan dan memperbaiki sistem dan struktur industri di Batam dan Bintan," urainya.Dalam kerjasama tersebut Kalla menegaskan tidak ada konsesi khusus karena kedua wilayah itu merupakan wilayah Indonesia. Hanya saja karena Singapura memiliki banyak keahlian dan pengalaman serta pengusaha besar maka dibutuhkan kerjasama tersebut."Kerjasama itu bukan yang baru tapi dulu juga ada. Dulu kita lebih dulu kembangkan Batam daripada Cina, tapi Cina lebih maju. Kita akan mengejar itu semua karena Batam dan Bintan bisa dimaksimalkan," tegas Kalla.Pada Jumat-Sabtu 17-18 Maret, Kalla berkunjung ke Batam. Di kawasan industri itu Kalla bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura George Yeo. Mereka membahas kerjasama di bidang industri di kawasan Batam dan Bintan. (ahm/)


Berita Terkait