Halangi Pendemo, Warga Blokade Jalan ke Sumur Banyuurip
Minggu, 19 Mar 2006 13:00 WIB
Bojonegoro - Puluhan warga di sekitar ladang minyak Banyuurip Blok Cepu Kabupaten Bojonegoro siap menghalau kedatangan massa anti-Exxon. Mereka bersiaga di perempatan Desa Gayam-Mojodelik atau tepatnya di Jalan Rajeg Wesi, KecamatanNgasem, Minggu (19/3/2006).Sejak pagi hari, warga telah menebangi pepohonan dan ranting untuk memblokade jalan. Jalan yang diblokade adalah yang menuju ke sumur minak Banyuurip dan sumur gas Jambaran. Warga juga membawa palu, linggis, gergaji serta bambu runcing. Mereka juga berteriak-teriak yang intinya mendukung eksplorasi minyak Blok Cepu tetap berlangsung.Lokasi blokade ini berjarak 2 km dari sumur minyak Banyuurip dan 6 km dari jalan raya Bojonegoro-Cepu.Namun untunglah aksi blokade ini tak berlangsung lama. Aparat Polri dan TNI yang berjaga di kawasan itu secara persuasif meminta blokade dibuka untuk lalu lalang kendaraan. Setelah blokade dibuka, ketegangan sempat muncul.Hal itu dipicu ketika sebuah truk hendak lewat ke kawasan sumur minyak. Truk itu diusir massa. Massa khawatir truk itu membawa massa anti-Exxon yang hendak berdemonstrasi. Tapi setelah dicek, truk itu hanya akan mengambil gabah. Akhirnya massa mempersilakan truk itu melintas.Tokoh masyarakat setempat, Edi, sangat menyayangkan jika ada sebagian masyarakat menolak eksploitasi Blok Cepu dengan dalih nasioalisme. "Kami sudah rindu akan kesejahteraan. Jangan halang-halangi kami untuk hidup sejahtera. Kalau mereka (pendemo) masuk, akan kita lawan," kata Edi sambil mengacungkan palu, sekitar pukul 12.30 WIB.Sementara itu sekitar 500 polisi tengah berjaga di kawasan Margomulyo (perbatasan Bojonegoro-Ngawi) dan di Padangan (perbatasan Bojonegoro-Cepu). Polisi menuturkan, ada dua kemungkina rute yang dilalui pendemo, yaitu lewat utara atau selatan. Jika lewat selatan, massa pendemo akan lewat Sragen-Ngawi-Sadangan-Bojonegoro-Cepu. Namun jika melalui utara, massa lewat Solo, Boyolali, Semarang, Demak, Pati, Rembang, Blora, Cepu. Menurut Khalid Saefuddin, koordinator aksi demo, massa melewati jalur yang kedua.
(nrl/)











































