e-Life

Apa Kamu Tahu? Berkeringat Belum Tentu Berolahraga

dtv - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 06:57 WIB
Jakarta -

Banyak yang mengira bahwa olahraga bisa menyebabkan serangan jantung, sehingga orang-orang tersebut memilih untuk tidak berolahraga terlalu keras atau bahkan tidak sama sekali. Padahal, nyatanya olahraga justru sangat bagus untuk kesehatan jantung.

Namun, perlu diingat bahwa saat seseorang beraktivitas dan mengeluarkan keringat, belum tentu ia sudah berolahraga secara maksimal. "Iya kalau kena panas, nggak usah jalan juga keringetan. Coba aja duduk di pinggir jalan siang-siang, pasti keringetan juga. Itu mah nggak perlu jalan kan? Jadi olahraga itu kadang-kadang kita pikir udah olahraga, padahal belum, ya cuma jalan-jalan aja," jelas dr. Vito Damay dalam program e-Life di detikcom.

Olahraga sendiri tidak menyebabkan serangan jantung. Adapun yang menyebabkan timbulnya masalah pada jantung terdapat dalam lima faktor, yaitu: hipertensi atau tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tidak terkontrol atau diabetes, kegemukan atau obesitas, dan kebiasaan merokok.

Terkadang, seseorang tidak sadar bahwa ia memiliki faktor risiko tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan deteksi dini agar bisa segera tertangani dengan baik.

Selain itu, tetap berolahraga untuk menjaga kesehatan jantung juga dirasa perlu. Adapun jenis olahraga yang baik untuk kesehatan jantung adalah dengan intensitas moderat atau intensitas yang sedang dan bisa dilakukan setidaknya 30 menit sehari.

"Cara tahunya adalah bisa ngitung nadi aja. Nadi Anda seberapa? Kalau usia Anda 20 tahun, 220 dikurang usia 20, kali 60%-70% nah itu lah range nadi atau heart rate atau detak jantung yang Anda bisa capai ketika lagi olahraga. Kalau lebih dari itu boleh pelanin dikit atau mungkin berhenti sebentar, lanjutkan lagi sampai itu nanti segitu terus stabil gitu selama 30 menit setidak-tidaknya, sekian hari. Itu bisa memberikan benefit buat jantung," tutur dr. Vito.

dr. Vito juga memberi tips untuk mengukur intensitas olahraga tanpa menggunakan hitungan.

"Gini aja caranya, kalau kamu misalkan sambil jalan masih bisa nyanyi, itu artinya itu sudah terlalu ringan. Itu bukan olahraga. Kalau kamu sambil lari, dan kamu ngomong satu kalimat aja nggak bisa, saking terengah-engahnya, itu artinya terlalu berat," jelasnya.

Seseorang bisa merasakan bahwa ia sedang berolahraga secara moderat saat intensitasnya tidak menyebabkan ia terlalu terengah-engah, atau terlalu santai.

"Nah, jadi ambil tengah-tengahnya. Ketika kamu jalan cepat atau jogging ya, atau kamu sepedaan tapi kamu ambil masih bisa ngomong satu kalimat. Bukan nyanyi, tapi ngomong satu kalimat, misalnya, 'Eh ntar pulang mau ke sini ah', misalnya gitu. Nah itu berarti itu pas segitu," papar dr. Vito.

(gah/gah)